Atas Saran Mahathir, Raja Malaysia Setuju Penunjukan Jaksa Agung Non Muslim


KUALA LUMPUR, SERUJI.CO.ID – Para penguasa kerajaan Malaysia telah menyetujui rencana pemerintah untuk menunjuk seorang jaksa agung non-Muslim, demikian istana, setelah hampir dua minggu mengalami kebuntuan yang memicu ketegangan rasial di negara Asia Tenggara dengan mayoritas penganut Muslim.

Kelompok-kelompok yang mewakili mayoritas etnis Melayu menolak rencana untuk menunjuk pengacara top Tommy Thomas dalam perlawanan pertama yang dihadapi oleh Perdana Menteri baru Mahathir Mohamad sejak ia memenangi kemenangan pemilihan umum bulan lalu pada janji memerangi korupsi dan reformasi institusi.

Istana Malaysia mengatakan Raja Muhammad V telah memutuskan untuk mengakhiri masa jabatan Jaksa Agung Mohamed Apandi Ali dan menunjuk Thomas sebagai penggantinya atas saran Mahathir, dan setelah berkonsultasi dengan kepala delapan rumah tangga kerajaan lainnya.

“Penunjukan itu akan mempertahankan hak-hak khusus orang-orang Melayu dan Bumiputera serta status Islam sebagai agama federasi,” kata pejabat istana Wan Ahmad Dahlan Abdul Aziz dalam sebuah pernyataan atas nama raja Senin malam.

Bumiputera berarti “anak-anak pribumi”.

Thomas adalah orang non-Melayu pertama yang menduduki jabatan jaksa agung sejak Malaysia terbentuk pada 1963.

Dewan penguasa Malaysia, yang dibentuk oleh sembilan kepala kesultanan negara itu, pada awalnya dijadwalkan bertemu pada Selasa (5/6) untuk membahas rencana pemerintah menunjuk Thomas.

Keputusan tersebut kemungkinan akan meredakan perbedaan pendapat di komunitas Muslim Melayu, yang membentuk sekitar 60 persen populasi Malaysia sekitar 32 juta.

Tugas utama Thomas, seorang Kristen etnis India, adalah untuk mengadili mereka yang terlibat dalam korupsi dana negara yang memiliki hutang besar, 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Skandal 1MDB adalah salah satu alasan utama di balik jatuhnya mantan perdana menteri Najib Razak.

Mahathir mengusulkan Thomas untuk pekerjaan itu hampir dua minggu lalu, demikian laporan media lokal setempat, setelah memerintahkan Mohamed Apandi untuk mundur.

Mohamed Apandi membersihkan Najib dari setiap kesalahan dalam skandal 1MDB multi-miliar dolar.

Najib membantah melakukan kesalahan, tetapi telah dilarang meninggalkan negara itu sejak kekalahan dirinya dalam pemilihan umum dan lembaga penegak hukum telah meluncurkan penyelidikan tentang bagaimana dana 1MDB hilang. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tragedi Lion JT-610: Urgensi Audit Maskapai Airline untuk Keselamatan Penerbangan

"Secara juridis bila terjadi suatu kecelakaan (accident) pesawat udara dalam kegiatan penerbangan maka Pemerintah juga dapat ditarik menjadi pihak yang harus bertanggungjawab sebagai suatu perbuatan kelalaian dalam melaksanakan kewajiban hukum" -Prof Dr Hasim Purba, SH.MHum

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close