Sempat Membatalkan, Trump Akan Adakan Pertemuan dengan Kim Jong Un

0
22
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (foto:AP Photo/LM Otero)

WASHINGTON, SERUJI.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang betul-betul berubah haluan, pada Jumat (1/6) mengatakan akan mengadakan pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada 12 Juni di Singapura untuk menghapus program senjata nuklir Pyongyang.

Delapan hari setelah membatalkan rencana pertemuan puncak itu, yang belum pernah terjadi, dengan menyebut permusuhan terbuka Pyongyang, Trump menyambut mantan kepala intelijen Korut, yang saat ini di bawah sanksi AS, ke Gedung Oval Gedung Putih, setelah bertukar senyum dan jabat tangan, menepuk lengannya dengan sikap ramah.

“Pertemuan yang baik hari ini. Saya pikir, ini adalah awal yang baik,” kata Trump setelah berunding sekitar 90 menit dengan Kim Yong-chol, pejabat pertama Korea Utara mengunjungi Gedung Putih dalam 18 tahun dan disebut sebagai orang kedua paling berkuasa di Korut.

Trump mengatakan mengharapkan hasil sangat positif dengan Korut, tetapi mengurangi harapan untuk sebuah terobosan di Singapura.

“Kami tidak akan mengikuti dan menandatangani sesuatu pada 12 Juni, dan kami tidak pernah ada,” kata Trump kepada wartawan di halaman Gedung Putih.

“Kami akan memulai proses. Dan saya mengatakan kepada mereka hari ini, ‘Pelan-pelan saja, kita dapat melangkah dengan cepat, kita bisa juga perlahan-lahan,’ tetapi saya pikir mereka ingin melihat sesuatu terjadi,” jelasnya.

Trump mengatakan pihaknya dapat menghadiri beberapa pertemuan untuk mencapai kesepakatan, tetapi ia yakin bahwa Kim Jong-un berkomitmen untuk denuklirisasi.

“Dia ingin melihat itu terjadi,” kata Trump.

Hal tersebut merupakan perubahan nada bicara yang luar biasa pada seorang presiden yang tahun lalu mengancam Korut dengan api dan kemarahan yang tidak pernah dunia lihat karena ancaman senjata nuklir dan misil yang ditujukan ke AS.

Trump bahkan tidak lagi menggunakan kata tekanan maksimum, yang digunakan pemerintahannya untuk menggambarkan pendekatannya ke Korut, menggabungkan sanksi ekonomi AS dan internasional paling keras dengan tindakan diplomatik dan ancaman serta persiapan militer presiden dari Republiken tersebut. (Ant/Su02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Bek Brazil Dipastikan Absen Melawan Kosta Rika

SOCHI, SERUJI.CO.ID -  Bek Brazil Danilo dipastikan absen untuk pertandingan Grup E melawan Kosta Rika pada Jumat (22/6) karena ia mengalami masalah pada pahanya dan...
tenggelam

Ratusan Orang Tewas Tenggelam di Pantai Libya

JENEWA, SERUJI.CO.ID -  Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) pada Kamis (21/6) mengatakan sebanyak 220 orang tewas-tenggelam di lepas pantai Libya dalam beberapa hari belakangan...

Bolos Hari Pertama Kerja, Ini Ultimatum Gubernur untuk ASN

PALU, SERUJI.CO.ID - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola melalui Asisten Administrasi Umum dan Organisasi Mulyono mengultimatum dan melakukan pemotongan tunjangan kinerja (tukin) bagi Aparatur Sipil...

Puluhan Orang Tewas Akibat Kolera di Nigeria

ABUJA, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya 25 orang telah meninggal akibat kolera sejak wabah penyakit yang menular melalui air tersebut muncul pada Mei di Negara Bagian Adamawa,...

Polisi Selidiki Tenggelamnya KM Sinar Bangun

SIMALUNGUN, SERUJI.CO.ID - Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan untuk menentukan kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tenggelam KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba yang...