“IS ini hanya salah satu komplotan yang membantunya sebab AW sering kali mengajak rekan dari komplotannya yang berbeda-beda setiap melakukan kejahatan jambret,” ujarnya.
Komplotan AW, lanjut Leonard, selalu menyasar korban perempuan yang sedang mengendarai sepeda motor ataupun naik becak sendirian.
Polisi juga menangkap penadah berinisial AR, usia 49 tahun, asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, yang selalu menerima barang-barang perhiasan hasil curian jambret dari komplotan AW.
Menurut Leonard penadah barang-barang hasil curian jambret komplotan AW ada dua. “AR ini penadah untuk barang-barang perhiasan, sedangkan untuk barang-barang berupa telepon seluler oleh komplotan AR dilempar ke penadah berinisial PI, yang hingga kini masih buron,” katanya.
Leonard menambahkan, selain masih memburu penadah PI, pihaknya masih mengejar komplotan AW lainnya.
“Setidaknya AW yang merupakan otak dari komplotan ini telah kami tangkap. Selanjutnya tinggal melakukan pengembangan untuk memburu komplotan lain dari jaringan ini,” ucapnya. (Ant/SU01)
