Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 5 Kontainer Miras Ilegal

JAKARTA – Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan Kepolisian RI berhasil menggagalkan importasi minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal sebanyak lima kontainer yang mengakibatkan kerugian negara mencapai hampir Rp 80 miliar.

“Total ada lima kontainer yang isinya minuman mengandung etil alkohol. Modus mereka menghindari impor langsung,” kata Direktur Jenderal Bea Cukai Kemenkeu, Heru Pambudi, dalam rilis pers pengungkapan kasus MMEA di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/9).

Dari kelima kontainer tersebut, dua di antaranya ditegah di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang oleh Bea Cukai Tanjung Pinang pada 26 Agustus 2017.

Sementara tiga kontainer lainnya ditegah di Pelabuhan Tanjung Priok oleh Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, bersama dengan Polda Metro Jaya pada 27 Agustus 2017.

Heru mengungkapkan modus para pelaku dalam kasus ini adalah melakukan pengangkutan miras ilegal antarpulau dan memberitahukan secara tidak benar dalam dokumen pengangkutan atas barang tersebut.

Barang berupa MMEA tersebut diduga berasal dari Singapura dan dimasukkan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam lalu diselundupkan ke daerah Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dan dimuat ke dalam kontainer.

Selanjutnya dikirim ke Jakarta melalui jaiur intersuler domestik (Pelabuhan Tanjung Pinang-Pelabuhan Tanjung Priok) menggunakan kontainer yang diangkut di atas kapal Meratus Sibolga dengan dokumen surat pengiriman barang yang diberitahukan bahwa isi barang dalam kontainer adalah plastik yang kemudian ditutupi sampah.

“Dari penindakan ini, sebanyak 53.927 botol miras ilegal. Saat ini penanganan perkara terhadap lima kontainer tersebut masih ditangani oleh Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC,” ujar Heru.

Nilai barang dari lima kontainer tersebut mencapai Rp 26,3 miliar dengan potensi kerugian negara dari cukai dan bea masuk senilai Rp 53,9 miliar.

“Kalau ditotal hampir Rp 80 miliar. Ini potensi yang hilang dari penerimaan negara. Ini juga menjadi penyebab persaingan tidak sehat dengan para importir legal,” ucap Heru.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER