Berita Hoax Semakin Meresahkan

Foto kejadian tanggal 03 Oktober 2014 yang dialami Kanit Provos Metro Jakarta Pusat, Iptu Mukti Ali yang mengalami sobek keningnya saat demo, diasumsikan sebagai korban keberutalan FPI menggunakan senjata tajam saat ricuh tanggal 12 Januari 2017.

Jakarta, Seruji.com – Sebuah media  melakukan kebohongan dengan menurunkan berita Hoax, yaitu dengan cara mencatut anggota kepolisian dan menampilkan foto yang tidak benar.

Saat ini ramai didunia maya telah diviralkan bahwa FPI telah melakukan kericuhan dan perampasan sepeda motor serta melakukan pemukulan dengan balok kayu yang ujungnya berpaku.

 

Kejadian ini diberitakan terjadi pada tanggal 12 Januari 2017 dan dilakukan di jalan Soekarno Hatta, Bandung, usai pemeriksan Habib Rizieq Shihab di Ditreskrimum Mapolda Jawa Barat, terkait pelaporan Sukmawati Soekarno Putri.

 

Diceritakan bahwa keadaan pada saat kejadian sangat mencekam dan membuat cemas masyarakat sekitar, hingga seorang ibu hamil sempat diselamatkan menjauh dari tempat kejadian. Cuma yang membuat aneh adalah, bahwa berita ini dilansir dari viva.co.id dan bukan hasil liputan wartawan cnngrup.

 

Disebutkan pula dalam berita tersebut, telah mendapat klarifikasi dari Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus, yang mengatakan benar telah terjadi kericuhan oleh ratusan anggota FPI dan pencegatan serta  perampasan sepeda motor milik Kelompok Masyarakat Sunda.

 

Dan yang sangat fatal adalah, dalam berita tersebut ditampikan foto lampau, yaitu kejadian tanggal 03 Oktober 2014 yang dialami Kanit Provos Metro Jakarta Pusat, Iptu Mukti Ali yang mengalami sobek keningnya saat demo, diasumsikan sebagai korban keberutalan FPI menggunakan senjata tajam saat ricuh pukul 06.30  tanggal 12 Januari 2017.

 

Sampai berita ini diturunkan oleh Seruji.com, berita hoax tersebut masih tayang di dunia maya. (Hky Ch)

1 KOMENTAR

  1. Hoax teriak Hoax… Naudzubillahi mindzalik… Moga di berikan hidayah MU…. Atau adzab dunia akhirat aja…. Yg mana yg baeknya aja ya Allah ya Rob… Aamiin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER