Tersangka Suap APBD-P 2015 Tersebar Disemua Partai di DPRD Kota Malang, Kecuali 2 Partai Ini

1
522
korupsi, suap
Transaksi suap (ilustrasi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton yang juga calon Wali Kota Malang 2018-2023, bersama enam anggota DPRD Kota Malang 2014-2019 yang terlibat kasus suap terkait pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015.

“Moch Anton, Wali Kota Malang ditahan di Rutan Cabang Guntur dan enam anggota DPRD ditahan di Rutan Cabang KPK. Penahanan untuk 20 hari pertama,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa.

KPK pada Selasa memeriksa Moch Anton dan enam anggota DPRD Kota Malang, yakni Heri Pudji Utami (PPP), Abdul Rachman (PKB), Hery Subianto (Demokrat), Rahayu Sugiarti (Golkar), Sukarno (Golkar), dan Ya’qud Ananda Gudban (Hanura).

Sebelumnya pada Agustus 2017 lalu, KPK telah menetapkan dua tersangka dalam kasus suap APBD-P 2015 ini, yakni mantan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono (PDIP) dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Jarot Edy Sulistyono.

Setelah melakukan penyelidikan dan mendalami kasus tersebut, KPK pun mengumumkan kembali bahwa Wali Kota Malang, Moch Anton bersama 18 anggota DPRD Kota Malang 2014-2019 lainnya, ikut terlibat dalam kasus tersebut dan ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (21/3).

Para anggota DPRD Kota Malang 2014-2019 yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus ini berasal hampir dari seluruh fraksi yang ada di DPRD Kota Malang. Hingga saat ini, hanya dari PKS dan Nasdem saja yang belum dijadikan tersangkan dalam kasus suap yang telah menyeret 2 calon Wali Kota Malang 2018-2023 sebagai pesakitan KPK.

Berikut ke 19 anggota DPRD Kota Malang 2014-2019 yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, sebanyak 8 orang saat ini telah ditahan KPK;

Kedelapan belas tersangka anggota DPRD Kota Malang 2014-2019 itu adalah ;

    1. M Arief Wicaksono (PDIP), ditahan,
    2. Suprapto (PDIP),
    3. Abdul Hakim (PDIP),
    4. Tri Yudiani (PDIP),
    5. Bambang Sumarto (Golkar)
    6. Rahayu Sugiarti (Golkar), ditahan,
    7. Sukarno (Golkar), ditahan,
    8. HM Zainuddin (PKB),
    9. Sahrawi (PKB),
    10. Imam Fauzi (PKB),
    11. Abdul Rachman (PKB), ditahan,
    12. Wiwik Hendri Astuti (Demokrat),
    13. Sulik Lestyowati (Demokrat),
    14. Hery Subianto (Demokrat), ditahan.
    15. Mohan Katelu (PAN),
    16. Syaiful Rusdi (PAN),
    17. Slamet dari (Gerindra),
    18. Heri Pudji Utami (PPP), ditahan,
    19. Ya’qud Ananda Budban (Hanura), juga calon Wali Kota Malang 2018-2023, ditahan.

(ARif R/Hrn)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

PKPU Human Initiative Respon Gempa Banjarnegara

BANJARNEGARA, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan hampir mencapai 4,4 SR yang mengguncang wilayah Pekalongan dan Banjarnegara pada Rabu (18/4) lalu, telah berdampak cukup serius terhadap warga...

Vonis 15 Tahun Penjara Setnov, Ini Tanggapak JK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi vonis terhadap mantan ketua DPR yang juga politikus Partai Golkar Setya Novanto terkait kasus korupsi proyek...
Jembatan Ujung Galuh

Sebelum Diserahkan ke Pemkot Surabaya, Jembatan Ujung Galuh Diuji Kekuatan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Jembatan Ujung Galuh, yang menghubugkan Jalan Ngangel dengan Jalan Darmokali, Surabaya menjalani uji coba kelayakan kekuatan beban dengan menggunakan sejumlah truk...

Terkait Pilpres 2019, Ini Keputusan JK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan dirinya ingin istirahat dari pencalonan presiden maupun wakil presiden pada Pilpres 2019. "Seperti yang sering saya katakan,...

Satgas Temukan Ladang Ganja di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID - Satuan Tugas Yonif 121/Macan Kumbang menemukan ladang ganja seluas setengah hektare di Kampung Kalilapar, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, perbatasan RI-Papua Nugini. "Penemuan...