KPK Sita Dua Unit Mobil Mewah Terkait Korupsi KTP-el

0
65
kpk, komisi pemberantasan korupsi
Juru bicara KPK Febri Diansyah.

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dua unit mobil saat menggeledah sebuah rumah di Jalan Tebet Timur Raya, Jakarta Selatan, terkait pengusutan kasus dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Dua unit mobil yang disita pada Jumat (31/3) lalu itu adalah Toyota Vellfire dan Land Rover. Mobil tersebut kini sudah berada di markas pemberantasan korupsi untuk kepentingan penyidikan.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, selain menyita dua unit mobil itu, penyidik KPK juga membawa sejumlah dokumen yang disinyalir memiliki kaitan dengan proyek yang diduga merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu.

“Penyidik menyita sejumlah dokumen dan aset-aset terkait dengan tersangka AA,” kata Febri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Senin (3/4).

Febri belum bisa memastikan, dua unit mobil tersebut milik Andi Narogong. Dia juga menyebut, rumah yang didatangi penyidik KPK bukan rumah Andi Narogong. Menurutnya, penyidik masih mendalami dokumen dan aset hasil sitaan tersebut.

“Mobil yang disita dan sejumlah dokumen itu diduga terkait dengan tersangka dan penanganan perkara ini. Kita masih dalami lebih,” tuturnya.

Andi Narogong Diperiksa Intensif

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif mengatakan, sejauh ini penyidik masih memeriksa intensif tersangka baru kasus dugaan korupsi e-KTP, Andi Narogong. Pengusaha yang disebut-sebut sebagai pengatur proyek e-KTP ini telah resmi menjadi tersangka dan mendekam di Rumah Tahanan KPK.

“Terus terang AA (Andi Agustinus) intensif diperiksa. Kami di KPK setiap tiga hari update. Hari rabu akan ada update rebaru ke pimpinan,” kata Syarif.

Andi Narogong merupakan tersangka baru dalam kasus e-KTP. Ia disebut-sebut memiliki peran aktif dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu. Andi sudah mendekam di Rumah Tahanan KPK.

Andi dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto disebut mengatur anggaran proyek e-KTP bersama Ketua DPR Setya Novanto, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Mereka berempat bersepakat bahwa anggaran e-KTP sebesar Rp5,9 triliun setelah dipotong pajak sebesar 11,5 persen, 51 persennya atau Rp2,6 triliun digunakan untuk belanja modal atau belanja rill pembiayaan proyek.

Sementara itu, sisanya, sebesar 49 persen atau senilai Rp2,5 triliun dibagi-bagikan kepada sejumlah pihak.

Mereka berempat sepakat, pejabat Kemendagri, termasuk Irman dan Sugiharto mendapat jatah 7 persen atau sejumlah Rp365,4 miliar, anggota Komisi II DPR sebesar 5 persen atau Rp261 miliar.

Kemudian Setya dan Andi dapat sebesar 11 persen atau Rp574,2 miliar. Sementara itu, Anas dan Nazaruddin sebesar 11 persen atau Rp574,2 miliar. Selanjutnya, sebesar 15 persen atau sejumlah Rp783 miliar dibagikan kepada pelaksana pekerjaan atau rekanan.

Andi disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

EDITOR: Iwan S

Komentar

BACA JUGA
gunung agung

Promosi Pariwisata Bali Pasca Erupsi Gunung Agung

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Gunung Agung dengan ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem, wilayah timur Bali, yang sempat beberapa...
Rudiantara

2019 Kominfo Targetkan Indonesia Terhubung Internet

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara menargetkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia terhubung jaringan internet dengan kecepatan tinggi pada 2019 sehingga semua orang...
Abhan

Bawaslu: Penyelenggaraan Pilkada Jangan Mudah Tergoda Suap

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan mengingatkan seluruh jajarannya untuk tidak mudah tergoda suap selama menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada)...
Suap

Terkait Suap, KPU Jabar Panggil KPU Garut

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat akan memanggil jajaran KPU Garut untuk meminta klarifikasi terkait dugaan operasi tangkap tangan terhadap...
Abhan

Terkait Kasus Suap, Bawaslu Berhentikan Sementara Ketua Panwaslu Garut

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan memberhentikan sementara Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Garut, Jawa Barat, Heri Hasan Basri yang...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...