Ilustrasi.

Oleh: dr. Irsyal Rusad, Sp PD,

SERUJI.CO.ID – Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita. Bahagia merupakan impian semua orang tidak hanya di dunia, di akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Bahagia sering dindentikkan, dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat materi. Dapat berupa rumah yang megah, mobil mewah, kekayaan yang berlimpah, jabatan, kedudukan, istri yang cantik, anak yang sukses, dan lain-lain.

Orang yang miskin sering berandai-andai, jika kaya nanti dia pasti akan bahagia, kalau punya mobil, rumah yang megah pasti akan bahagia. Seorang Pria yang sudah beristri pun sering membayangkan, bila istri tetangga yang sangat cantik dipandangnya itu yang menjadi pendampingnya, pasti Ia akan bahagia.

Sekarang, andaikan kita bertanya kepada orang-orang yang kekayaannya berlimpah, rumah yang megah, mobilnya yang mewah, istrinya yang cantik……”Apakah mereka akan menjawab.” …”Ya, kami pasti bahagia”.

Saya kira belum pasti.. Banyak contoh, banyak cerita yang dapat kita baca, kita lihat bahwa kekayaan, materi itu tidak menjamin seseorang menjadi bahagia. Mudah kita lihat, mereka yang mengkosumsi narkoba, obat stress, obat tidur bukanlah mereka yang dari golongan tidak mampu, miskin, tapi sebagian besar adalah golongan masyarakat kaya.

Langganan berita lewat Telegram
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama