Soal “Negara Bisa Punah”, Gerindra: Kalau Dengarnya Tak Utuh Bisa Salah Paham

0
56
  • 11
    Shares
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gerindra menanggapi kritikan berbagai pihak terkait pidato Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia bisa punah jika ia kalah di Pilpres 2019. Menurut Gerindra, mereka yang mengkritik pidato Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak mendengarkannya secara utuh.

“Orang yang mendengar pidato Pak Prabowo sepotong-potong atau tidak komplit jadi menyalahartikan. Padahal Pak Prabowo dalam pidatonya sudah lengkap menjelaskan maksudnya bahwa Indonesia bisa punah kalau salah mengelola ekonomi bangsa,” kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade kepada wartawan, Selasa (18/128).

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu mencontohkan soal pengelolaan ekonomi bangsa Indonesia yang dinilai tidak tertata, sehingga berimbas seperti apa yang disampaikan Prabowo bahwa tiap bayi lahir sudah menanggung utang Rp9 juta.

“Mengelola ekonomi bangsa itu contoh seperti utang kita, bahkan bayi baru lahir sudah ada beban utang Rp9 juta. Kemudian pendapatan per kapita kita itu 4000 dolar AS per tahun,” jelasnya.

“Tapi kalau dihitung beban utang kita sebenarnya pendapatan per kapita kita hanya 2000 dolar AS per tahun. Itu posisi kita sama seperti Afganistan atau negara Afrika lain. Nah kalau kita tidak serius membenahi, ini yang bikin negara kita jadi tertinggal dan miskin” imbuhnya.

Andre mengatakan, pernyataan eks Danjen Kopassus itu bertujuan memotivasi para kader Gerindra agar berjuang memenangkannya di Pilpres 2019.

“Kalau Pak Prabowo bersama Bang Sandi dibilang harus menang ya itu wajar. Kan dalam rangka memotivasi para kader dan relawan,” pungkasnya.

Baca juga: Prabowo: Kalau Kita Kalah di Pilpres, Negara Ini Bisa Punah

Sebelumnya, Prabowo dalam pidato politiknya dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerinda yang digelar di Sentul International Convention Center, Senin (17/12) menyebut Indonesia bisa punah jika dirinya dan pasangannya Sandiaga Uno kalah dalam Pilpres 2019.

Prabowo beralasan kepunahan itu karena makin tingginya ketimpangan sosial akibat langkah keliru yang diambil elite berkuasa. Sehingga ia menilai sistem pemerintahan saat ini dalam kondisi kritis dan genting.

“Kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah negara ini bisa punah,” kata Prabowo. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU