Prabowo Pertimbangkan Bentuk Kementerian Khusus Bencana Alam

SIGI, SERUJI.CO.ID – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mempertimbangkan membentuk kementerian baru khusus menangani masalah bencana alam jika terpilih menjadi presiden. Pertimbangan ini didasari karena beberapa wilayah Indonesia rawan bencana.

“Kita sedang mempertimbangkan kementerian khusus menangani bencana alam, karena banyak negara yang punya badan khusus seperti itu. Saya kira kita sedang berpikir seperti itu, karena kawasan kita rawan bencana, jadi kita harus siap,” kata Prabowo saat mengunjungi tenda pengungsian korban tsunami, gempa, dan likuifaksi di Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (8/1) seperti dalam keterangan tertulis.

Prabowo mengatakan pemerintah harus berpikir panjang untuk menyiapkan sarana dan sumber daya yang siap siaga menghadapi bencana alam.

“Kita tinggal di suatu kawasan yang harus siap menghadapi bencana. Karena itu, tentunya kita harus berpikir jauh ke depan,” kata Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Baca juga: BNPB Sebut Tiga Bencana Alam di 2018 dengan Fenomena Langka

Ia ingin proses pencegahan dan penanganan bencana bisa berjalan dengan baik dan cepat.

“Kita harus menyiapkan sarana dan sumber daya kita supaya kita lebih siap menghadapi bencana dan bisa cepat membantu rakyat,” pungkasnya. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER