Mundur dari Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin Pamitan ke Kiai Sepuh NU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Bakal calon wakil presiden KH Ma`ruf Amin menyatakan pamit mundur dari jabatan Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) kepada sejumlah kiai sepuh di Jawa Timur.

“Kami pamit sekaligus memberi tahu dan memohon dukungan dan doa terkait pencalonan saya sebagai bakal calon wakil presiden yang akan berpasangan dengan Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019,” katanya kepada wartawan di Surabaya, Senin malam.

Ma’ruf Amin di antaranya menemui KH M Anwar Mansyur yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur, selain juga menemui sejumlah ulama dan pengurus Nahdlatul Ulama di wilayah setempat.

Ma`ruf hari ini juga menemui sejumlah ulama dan kiai di Pondok Pesantren Tebuireng dan Tambak Beras di Kabupaten Jombang, serta malam harinya bertemu dengan para kiai dan ulama serta pengurus wilayah NU Jawa Timur di Surabaya.

Pada Selasa, 4 September, ulama yang pernah menjabat Dewan Pertimbangan Presiden pada masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu akan melanjutkan kunjungannya ke Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur.

“Dalam kunjungan ini, saya berkesempatan menyampaikan secara resmi dengan bertatap muka di hadapan para kiai, ulama dan seluruh pengurus cabang dan wilayah NU di Jawa Timur, terkait pencalonan diri saya sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Bapak Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019,” katanya.

Ketika ditanya kapan secara resmi akan melepas jabatan Rais Aam Syuriah PBNU, ulama asal Tangerang, Banten, itu hanya menjawab, “Nanti ada waktunya”.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang mendampingi kunjungan Ma`ruf Amin di Jawa Timur mengatakan, pamitan kepada para ulama dan kiai di Jawa Timur itu hanya untuk menyampaikan bahwa dalam waktu dekat tidak bisa aktif di Rais Aam Syuriah PBNU.

“Beliau pamit dan sekaligus memohon doa restu kepada kiai dan ulama di Jawa Timur untuk maju sebagai calon wakil presiden, otomatis juga mohon izin tidak bisa aktif di Rais Aam Syuriah NU selama masa kampanye di Pemilihan Presiden 2019 nanti,” katanya.
(Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Bantah Keterangan Polisi, BPK Tegaskan Belum Pernah Audit Dana Kemah Pemuda Islam

Ternyata BPK menyatakan belum ada permintaan audit terkait kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017. Bahkan, BPK pun belum pernah melakukan ekspose terkait dugaan penyimpangan dana atas kegiatan tersebut yang menjerat Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

dr. Antina Nevi Hidayati, SpKJ