Kembali Prabowo Ungkit Gap Ekonomi, 1 Persen Rakyat Kuasai 49 Persen Kekayaan Indonesia

0
32
  • 22
    Shares
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Konferensi Nasional Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (17/12/2018). (foto:Twitter @sandiuno)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –┬áCalon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut hampir setengah dari pendapatan per kapita nasional dikuasi segelintir penduduk Indonesia. Setidaknya, sebanyak 49 persen pendapatan per kapita Indonesia dikuasai sekitar 1 persen dari total penduduk.

“Penghasilan kita per kapita adalah sekitar 4.000 dolar AS per tahun. Namun dari 4.000 itu, 49 persen atau setengahnya dikuasai oleh satu persen rakyat kita,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato politiknya di Konferensi Nasional (Konfernas) Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).

Prabowo memaparkan angka tersebut berdasarkan analisis salah satu anggota tim ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Fuad Bawazier.

“Jadi kalau kita cabut yang satu persen maka tinggal setengahnya. Pendapatan per kapita kita bukan lagi 3.800 dolar, tapi setengahnya, kurang lebih 1.900 dolar AS per kapita artinya dibagi rata,” imbuhnya.

Tak sampai di situ pemaparan Prabowo. Menurutnya, Indonesia memiliki sejumlah utang yang menjadi beban penduduk.

Artinya, dari pendapatan per kapita sebesar 1.900 dolar itu masih ada tanggungan utang yang harus ditanggung oleh setiap warga negara. Jika dibagi rata, masing-masing penduduk Indonesia menanggung rata-rata utang sebesar 600 dolar AS.

“Kita semua punya utang. Bahkan anakmu yang baru lahir juga punya utang. Utangnya kurang-lebih 600 dolar atau sekitar Rp9 juta,” katanya.

Dengan pendapatan per kapita sebesar 1.300 dolar AS itu, Prabowo lantas menyamakan posisi Indonesia setara dengan Afganistan dan negara-negara miskin di Afrika, seperti Rwanda, Chad, Ethiopia, dan Burkina Faso.

“Setelah 73 tahun Indonesia merdeka, kita setara mereka (dengan negara-negara miskin),” katanya.

Namun, kata Prabowo, fakta ini seolah ditutup-tutupi para elite. Karena itulah, kata Prabowo, tak ada jalan lain bagi dirinya dan Sandiaga Uno selain memenangi Pilpres 2019 mendatang.

“Fakta ini yang tidak pernah diakui oleh elite kita. Oleh karena itu tidak ada jalan lain, kita harus memenangkan pemilihan presiden 2019,” tegasnya. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU