Dipanggil Bawaslu soal Pose Dua Jari, Anies Dicecar 27 Pertanyaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), di Jakarta Pusat, Senin (7/1), guna mengklarifikasi acungan dua jarinya pada Konferensi Nasional (Konfernas) Partai Gerindra di Sentul, Jawa Barat, Desember lalu.

Anies mengaku dicecar 27 pertanyaan terkait kehadirannya dalam acara tersebut.

“Ada 27 pertanyaan yang tadi diberikan, prosesnya mulai jam satu selesai jam dua seperempat dan sesudah itu lebih banyak mengecek penulisan berita acara klarifikasi. Jadi, tadi disebutnya adalah permintaan klarifikasi,” kata Anies kepada wartawan, usai pemanggilan Bawaslu.

Dijelaskan oelh Anies, pertanyaan dari Bawaslu adalah seputar kegiatan di Sentul International Convention Center, pada waktu itu Anies memberikan sambutan.

Baca juga: Buntut Pose Dua Jari, Anies Baswedan Diperiksa Bawaslu Hari Ini

“Mereka menyampaikan videonya lalu bertanya seputar itu dan saya jelaskan seperti apa yang ada di video itu, saya sampaikan bahwa tidak lebih dan tidak kurang, sehingga tidak perlu saya menambahkan,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Menurutnya apa yang terucap disitu jelas kalimatnya, dan Bawaslu bisa menilai.

Anies mengatakan, pemeriksaan itu mestinya dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Bogor pada 3 Januari lalu. Namun pada 3 Januari, Anies berada di Lombok, sehingga pemeriksaan pun dilakukan hari ini di Jakarta untuk memudahkan.

“Bawaslu tadi melakukan prosesnya dengan amat profesional, tertib, rapi, semua dokumen, data disiapkan, dan proses tanya jawabnya pun santai,” tuturnya.

Baca juga: Anies: Insya Allah Sukses Pilgub DKI Terulang di Level Nasional

Dijelaskan oleh Anies, kunjungannya ke acara Konfernas Gerindra telah mendapat izin dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Menurutnya, seorang gubernur memang diizinkan untuk mendatangi kegiatan yang digelar oleh partai politik.

“Sebelum kegiatan itu saya sudah kirimkan surat ke Kemendagri pada hari Jumat (14/12). Walaupun sebenarnya secara substansi gubernur bisa ikut kegiatan apa saja selama tidak kampanye,” pungkasnya.

Sebelumnya, kehadiran Anies dalam Konfernas Gerindra itu dan pose dua jarinya dipermasalahkan sejumlah pihak karena ia memegang jabatan publik.

Jaringan Advokat Pengawal NKRI (JAPRI) menganggap adanya pelanggaran kampanye yang dilakukan Anies Baswedan. Anies diduga telah melanggar Pasal 281 Undang-undang No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum. Sehingga kemudian JAPRI melaporkan Anies ke Bawaslu pada 20 Desember 2018 lalu. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER