Sukses di IFW 2017, Huraira Leather Bag Kebanjiran Order

SURABAYA – Keberadaan Huraira Leather Bag di Jalan Jambi No 3, Surabaya, memang telah menasional. Bahkan kini juga telah mendunia karena hasil produksinya telah di ekspor ke beberapa negara.

Siti Huraira, owner galeri ini menuturkan, dengan seringnya ikut pameran atas dorongan Kementerian Perindustrian, membuat tas kulit merek Huraira Leather Bag dikenal masyarakat. Bahkan kini sudah menerima banyak order. Salah satunya adalah memperoleh fasilitas both gratis dari Kementerian Perindustrian di event Indonesia Fashion Week 2017

“Dampaknya luar biasa, saya sekarang kebanjiran order. Terima kasih bapak-bapak, khususnya Pak Menteri,” kata Huraira, Senin (20/2).

Tidak hanya itu. Event IFW 2017 selesai, Huraira Leather Bag juga berkesempatan menggelar produk buatan handmade tersebut di Istana Cipanas pada acara yang diselenggarakan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE), yang dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Mufida Jusuf Kalla.

Alhamdulillah, semuanya merespon baik produk kami. Mudah-mudahan Huraira Leather Bag bisa menjadi bagian dari yang bisa dibanggakan Indonesia,” kata Huraira.

Usaha kecil menengah (UKM) ini mendapat kunjungan menteri perindustrian yang datang bersama Kepala Badan Litbang Industri Kemenperin Haris Munandar N, Senin (20/2). Keduanya didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Moch Ardi Prasetiawan.

Sementara, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, di Jawa Timur banyak industri kulit, dan Huraira Leather Bag sebagai UKM merupakan salah satu yang kualitasnya bagus  dan sudah beberapa kali ikut pameran di Jakarta maupun luar negeri.

“Makanya boleh dong saya datang dan mau lihat sendiri seperti apa produk-produknya. Ternyata memang bagus dan berkualitas, made in Indonesia,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, Huraira Leather Bag bisa menjadi contoh bagi UKM yang lain, seperti apa UKM yang baik dan bagus. Bahwa produk UKM  bisa bersaing dengan produk-produk mancanegara. Dari kunjungannya tersebut, ada beberapa hal yang disampaikan terkait kendala-kendala yang ada, yang membuat UKM menjadi lambat untuk berkembang.

“Memang kita mau lihat ada hambatan-hambatan apa saja. Nah, kalau sudah ketahuan hambatannya kita mau dorong. Misalnya industri kulit di Tanggulangin, Sidoarjo kita evaluasi dan ternyata harus direvitalisasi,” papar Airlangga.

Hambatan yang mengemuka antara lain adalah ketersediaan bahan baku yang masih terbatas dan perlu ditingkatkan kualitasnya. Kemudian persoalan peralatan produksi yang kurang modern dan terbatas jumlahnya.

“Nanti juga kita lihat, mungkin tingkat persaingan di Tanggulangin yang belum sinergi, nanti tentu akan kita lihat secara keseluruhan. Kadang kualitasnya sudah bagus, seperti di galeri ini kesulitannya justru ordernya lebih banyak dari kapasitas produksinya. Nah ini kan juga persoalan, meski persoalan yang enak,” pungkasnya.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.