Faisal Basri: Retail Mati, Mati Saja!


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Penurunan daya beli masyarakat membuat bisnis retail kelimpungan. Bahkan, beberapa perusahaan sudah menutup gerainya.

Ekonom Universitas Indonesia, Faisal Basri mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan retail rontok. Namun, Faisal justru tak ambil pusing dengan matinya ritel.

“Yang mati silakan mati. Ikhlaskan yang mati itu,” kata Faisal di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (30/10).

Menurut Faisal matinya sejumlah perusahaan ritel sebenarnya sangat ilmiah. Mereka gagal dan terlalu lama di zona nyaman, padahal dunia terus berubah.

“Kan gini ya, pertumbuhan ritel selama ini yang beli ya itu-itu juga. Pertama over suplay, jadi proses seleksi alamiah saking banyaknya, 1, 2 rontok,” kata dia.

Kondisi seperti ini, kata Faisal, tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di Inggris juga sama. Karena itu, ia tak sepakat penutupan berbagai gerai ritel tidak serta merta mencerminkan penurunan daya beli.

“Tapi yang namanya pengusaha, Anda lihat sendiri, agresifnya melampau batas-batas akal sehat. Dalam sekejap dimana-mana 7-Eleven, pertumbuhannya terlalu cepat, tapi rakyat tidak terlalu cepat pertumbuhan daya belinya. Ya akhirnya selesai secara alamiah. Ada yang ditutup, ada yang tutup total, ada yang reposisi,”‎ kata Faisal.

4 KOMENTAR

  1. Kami skrg lebih memilih belanja ke pasar tradisional atau warung tetangga saja. Ekonomi jadi lebih merata, tidak menumpuk di kantong para Taipan pemilik retail raksasa.

  2. Kebijakan perekonomian kalau didasarkan analisa waton dari ekonom atau pengamat bakal bikin negeri ini makin nyungsep, rontoknya ritel itu disebabkan penurunan daya beli tapi penguasa dan ekonom pendukungnya ngotot karena perubahan pola belanja masyarakat, data th 2016 e commerce itu hanya menyumbang kurang dari 1% dari penjualan sektor industri ritel jadi mimpi disiang bolong rontoknya dunia ritel akibat e commerce.

  3. Tidak bisa rasis bung, yg mati tidak pilih -2 milik china atau pribumi.Yg tdk matang perencanaannya tdk mampu bersaing akan tutup,sdh sunatullah.Hanya tugas negara adalah melindungi seluruh wn dan memberikan kesejahteraan umum ,mengangkat harkat.dan martabat rakyatnya dan mensejahterakan dg berkeadilan.Yg terlalu kaya harus direm yg lelet dan rendah daya beli dan sdm nya harus didorong dan dibina,dimudahkan akses-2 perbankan dan distrbusi.

  4. Saya setuju. Bahkan menurut saya retail itu mati saja semuanya. Tapi yg mati itu retail milik china non pribumi. Kenapa ? Selama ini kebijakan pemerintah (yg notabe mereka juga pribumi) lebih berpihak kepada non pribumi dan menganak tirikan pribumi muslim. Seolah2 yg berpotensi, yg layak, yg pantas jadi pengusaha itu hanya china. Pribumi ? Jadi konsumen, karyawan, outsourching, cleaning service saja. Padahal negeri ini hasil perjuangan pribumi muslim dan mayoritas pribumi muslim. Bahkan bila perlu usaha pribumi muslim ini digencet sampai mati dan milik kafir itu difasilitasi sampai beranak pinak dan raksasa. Jadi….biarkan reatil mereka mati dan hidupkan, bina dan kembangkan retail milik pribumi muslim. Allahu Akbar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ahok Menohok

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Ternyata Menteri Agama Berasal dari Ormas Islam Yang Sama dengan Ustadz Tengku Zulkarnain

Fachrul Razi tercatat sebagai anggota Majelis Amanah Pusat PB Math'laul Anwar sejak 2018 berdasarkan Surat Keputusan nomor A.166/KPTS/PBMA/V/2018 yang ditandatangani Ketua Umum PB MA, Ahmad Sadeli Karim dan Sekjen Oke Setiadi
close