MENU

Merrill Lynch Luncurkan 10 Prakiraan Ekonomi Global 2018

6. Kebijakan fiskal moneter menunjukkan tingkat yang lebih tinggi. Pasar mungkin kurang memperhatikan risiko bahwa reformasi pajak AS mungkin berdampak lebih besar daripada yang diperkirakan. Jika pasar mulai menilai implikasi reformasi pajak, suku bunga AS bisa membuat langkah kenaikan signifikan di kuartal pertama, menambahkan tekanan inflasi di pasar negara-negara berkembang.

7. Volatilitas valuta asing lebih tinggi.
Dolar AS diperkirakan akan reli pada kuartal pertama, didukung oleh kenaikan suku bunga AS dan aliran repatriasi potensial yang terjadi sebagai akibat reformasi pajak. Tiga pemicu utama dapat menyebabkan volatilitas nilai tukar yang lebih tinggi: perubahan rezim bank sentral terkait dengan keluarnya pelonggaran kuantitatif, penilaian ulang perilaku carry-seeking, dan repricing premi risiko geopolitik. Indeks dolar diperkirakan akan mencapai 97,00 di awal 2018.

8. Konstruktif sedang pada komoditas-komoditas.
Sementara suku bunga AS lebih tinggi dan dolar AS yang kuat dapat bertindak sebagai penghalang terhadap komoditas-komoditas, permintaan global yang kuat dan persediaan yang ketat akan membuat minyak mentah Brent naik menjadi 70 dolar per barel pada pertengahan tahun. Di antara logam-logam mulia, ada pembatasan kenaikan pada emas di 2018, dengan harga diperkirakan mencapai 1.326 dolar AS per ounce.

9. Spread kredit mengetat, pasokan menghilang.
Tren-tren mendasar di pasar kredit berbeda, dan berlanjut menjadi tidak ada siklus kredit global tunggal. Spread kredit AS diperkirakan akan semakin ketat pada semester pertama 2018 karena kondisi permintaan berlebih, dan kemudian memberikannya kembali di paruh kedua. Satu tahun lagi kompresi spread juga diperkirakan di Eropa karena QE (quantitative easing) obligasi korporasi dan suku bunga negatif.

10. Strategi Investasi Global.
Saham-saham diperkirakan akan mengungguli obligasi untuk tahun ketujuh berturut-turut di 2018, sebuah track record yang tidak terlihat sejak 1928. Strategi investasi BofA Merrill Lynch bullish pada saham, bearish (suram) terhadap obligasi, long dolar AS, dan long pada volatilitas.

“Para investor mendekati tahun baru dengan mentalitas Goldilocks, mengharapkan pertumbuhan yang kuat, inflasi rendah dan kebijakan bank sentral yang jinak. Kami umumnya optimis, mengharapkan pertumbuhan ekonomi berlanjut di atas tren dan inflasi moderat di sebagian besar pasar,” kata Ethan Harris, kepala BofA Merrill Lynch Global Economics.

“Kami juga melihat tiga risiko pelemahan penting mendekat: politik, proteksionisme perdagangan, dan kenaikan inflasi yang lebih besar dari perkiraan,” tambahnya. (Ant/SU02)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER