Dia juga mengungkapkan, dari sisi ketersediaan infrastruktur, Indonesia berada di bawah rata-rata dunia. Menurutnya, pembangunan infrastruktur memengaruhi kemampuan ekonomi Indonesia untuk produktif dan memiliki daya kompetisi.
Selanjutnya, kata Sri Mulyani, tujuan utang adalah untuk menciptakan pendalaman di pasar uang. Sebab, negara maju terlihat dari kemampuan mereka dalam mendevelop sektor keuangan.
“Kita lihat dari capital market di Indonesia terhadap Gross Domestic Product (GDP) Indonesia termasuk rendah, di bawah 20 persen,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui utang pemerintah per Juli 2017 sudah mencapai Rp3.779,98 triliun atau mengalami kenaikan sebesar Rp73,47 triliun dibandingkan posisi utang Juni 2017 sebesar Rp3.706,52 triliun. (Achmad/Hrn)

Hutang ke Rakyat….