“Dan kalau dilihat rasio perpajakan kita tidak memburuk, karena kita ingin APBN kita makin sustainable. Semua fokusnya belanjanya itu efektif,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Mantan Direktur World Bank ini menjelaskan 3 strategi pengelolaan utang, yang dijalankan pemerintah.
“Pertama untuk investasi sumber daya manusia, kedua pendalaman pasar uang dan terakhir untuk infrastruktur,” ungkapnya.
Menurut Sri Mulyani, indeks pembangunan manusia (IPM) masih kurang dibandingkan negara lain. Di sisi lain, 73 persen masyarakat Indonesia berada di usia produktif. Karena itu, agar tidak kehilangan kemampuan otaknya, perlu investasi terutama pada 1000 hari pertama seorang anak dilahirkan.
“Tidak hanya dengan usia muda, kebutuhan untuk membangun sumber daya manusia jadi sangat critical dan tidak bisa ditunda,” kata Sri Mulyani.

Hutang ke Rakyat….