Mayoritas Mata Uang Asing Melemah

Jakarta, Seruji.com- Mayoritas mata uang Asia melemah kemarin terimbas wacana Brexit. Pasar ekuitas Eropa serempak memasuki zona merah sementara Poundsterling sendiri terkoreksi lebih dari 1% seiring kekhawatiran pelaku pasar akan tidak berjalan mulusnya proses tersebut.

Hari ini Perdana Menteri Inggris, Theresa May, dijadwalkan akan memberikan pidato resmi di Lancaster House, London guna membicarakan isu selepas Inggris tidak lagi menjadi anggota pasar tunggal Eropa.

Transaksi perdagangan di Amerika diliburkan pada tanggal 16 kemarin seiring federal public holiday yakni Martin Luther King day.

Rupiah melemah 0,28% di 13.368. Hanya ada 2 mata uang yang menguat (dari 12 mata uang Asia yang paling aktif ditransaksikan), yakni Japanese Yen (JPY +0,26%) dan Indian Rupee (INR +0,09).

Kepemilikan asing atas Surat Berharga Negara (SBN) bertambah sebesar Rp3,97triliun dalam sepekan terakhir menjadi Rp672,57 triliun. Posisi ini merupakan nilai tertinggi sejak 14 November lalu, dimana selepas terpilihnya Trump pada 9 November, volatilitas pasar keuangan langsung meningkat. Emerging market dengan profil yang dipandang lebih berisiko mengalami tekanan paling tinggi termasuk diantaranya Indonesia.

Hari ini Pemerintah akan menyelenggarakan lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif Rp15 triliun dan target maksimal Rp22,5 triliun. Lelang dilakukan atas 2 seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan 3 seri SUN.

 

Muamalat FX, nikmati transaksi valuta asing dengan kurs yang lebih kompetitif hanya di Bank Muamalat Indonesia.

Indikasi TT FX Today Bank Muamalat Indonesia per 17 Januari 2017-09.28 WIB:

Currency Buy/Sell

USD 13,375/13,385

SGD 9,355/9,364

SAR 3,535/3,600

EUR 14,190/14,206

JPY 117.21/117.35

AUD (call for quotes)

GBP (call for quotes) (RA/IZ)

Keterangan foto: ilustrasi (ist)

Reporter : Denni

Editor   : Denni

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Soal Publikasi Reuni 212: Kebebasan Pers di Era Media Sosial

Reuni 212 jelas peristiwa besar, jika dilihat banyaknya massa yang berkumpul. Ia juga jelas peristiwa besar jika dilihat dari tertib dan disiplin massa itu. Namun jelas pula Reuni 212 bukan peristiwa netral.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda