Mayoritas Mata Uang Asing Melemah

41

Jakarta, Seruji.com- Mayoritas mata uang Asia melemah kemarin terimbas wacana Brexit. Pasar ekuitas Eropa serempak memasuki zona merah sementara Poundsterling sendiri terkoreksi lebih dari 1% seiring kekhawatiran pelaku pasar akan tidak berjalan mulusnya proses tersebut.

Hari ini Perdana Menteri Inggris, Theresa May, dijadwalkan akan memberikan pidato resmi di Lancaster House, London guna membicarakan isu selepas Inggris tidak lagi menjadi anggota pasar tunggal Eropa.

Transaksi perdagangan di Amerika diliburkan pada tanggal 16 kemarin seiring federal public holiday yakni Martin Luther King day.

Rupiah melemah 0,28% di 13.368. Hanya ada 2 mata uang yang menguat (dari 12 mata uang Asia yang paling aktif ditransaksikan), yakni Japanese Yen (JPY +0,26%) dan Indian Rupee (INR +0,09).

Kepemilikan asing atas Surat Berharga Negara (SBN) bertambah sebesar Rp3,97triliun dalam sepekan terakhir menjadi Rp672,57 triliun. Posisi ini merupakan nilai tertinggi sejak 14 November lalu, dimana selepas terpilihnya Trump pada 9 November, volatilitas pasar keuangan langsung meningkat. Emerging market dengan profil yang dipandang lebih berisiko mengalami tekanan paling tinggi termasuk diantaranya Indonesia.

Hari ini Pemerintah akan menyelenggarakan lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif Rp15 triliun dan target maksimal Rp22,5 triliun. Lelang dilakukan atas 2 seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan 3 seri SUN.

 

Muamalat FX, nikmati transaksi valuta asing dengan kurs yang lebih kompetitif hanya di Bank Muamalat Indonesia.

Indikasi TT FX Today Bank Muamalat Indonesia per 17 Januari 2017-09.28 WIB:

Currency Buy/Sell

USD 13,375/13,385

SGD 9,355/9,364

SAR 3,535/3,600

EUR 14,190/14,206

JPY 117.21/117.35

AUD (call for quotes)

GBP (call for quotes) (RA/IZ)

Keterangan foto: ilustrasi (ist)

Reporter : Denni

Editor   : Denni

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama