BEI Yogyakarta Kampanye "Yuk Nabung Saham"

Yogyakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta menggencarkan kampanye “Yuk Nabung Saham” untuk mengedukasi masyarakat tentang investasi di pasar modal.

Irfan Noor Riza, Kepala Perwakilan BEI DIY menjelaskan kampanye dilakukan untuk meningkatkan minat investasi saham masyarakat.

“Kampanye itu masih terus kami lakukan karena hingga saat ini persentase investor domestik masih kecil dibanding investor mancanegara,” kata Irfan di Yogyakarya, Minggu (12/2) pagi ini, sebagaimana dikutip dari Antara.

Meski hingga saat ini cukup banyak warga Yogyakarta yang mulai melek investasi, namun jumlahnya masih perlu ditingkatkan. Hal itu, menurut dia, jumlah investor di Indonesia secara umum masih dikuasai oleh asing.

“Sampai sekarang jumlah investor di Indonesia berjumlah 400 ribu orang. Dari jumlah itu, investor lokal hanya 37 persen,” kata dia.

Selain meningkatkan jumlah investor pasar modal, kampanye “Yuk Nabung Saham”, menurut Irfan, juga dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat memilih wahana investasi yang tepat.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang melek investasi, angka korban investasi bodong bisa diminimalkan.

Kampanye “Yuk Nabung Saham” kerap kali dilakukan melalui Galeri Investasi BEI (GI BEI) yang ada di kampus. Hingga 2016 GI BEI telah terbentuk di 27 kampus di DIY dengan didukung 17 perusahaan sekuritas.

“GI BEI tidak hanya bersosialisasi di kampus saja, tapi juga kami terapkan GI BEI Mobile, yaitu sosialisasi dan edukasi ke luar ke kantong-kantong kelompok masyarakat dan komunitas,” kata dia.

Ia menyebutkan berdasarkan data BEI DIY jumlah investor pasar modal di daerah itu hingga Desember 2016 mencapai 22.291 orang, atau meningkat signifikan dibanding 2015 sebanyak 14.952 investor.

Dengan jumlah investor yang terus meningkat, menurut dia, dari sisi transaksi juga menunjukkan angka yang menggembirakan yakni rata-rata Rp269 miliar per bulan. Tren itu meningkat dibandingkan 2015 yang rata-rata mencapai Rp245 miliar.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER