KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Forum Pemuda Aceh (FPA) Kota Langsa Sayed Sofyan Alatas meminta Gubernur dan DPR Aceh untuk tidak saling berbalas pantun terkait lambannya pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2018.
“Gubernur dan DPR Aceh jangan saling berbalas pantunlah, seharusnya mereka serius dan berfikir jernih untuk mengesahkan APBA 2018, sehingga denyut ekonomi di Aceh terus meningkat,” ujar Sayed kepada SERUJI, di Kota Langsa, Aceh, Selasa (23/1).
Menurutnya, selama ini Eksekutif dan Legeslatif saling tuding dan lempar kesalahan, sehingga pengesahan APBA menjadi molor dan lambat.
Menurut Sayed, sebaiknya Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dalam menyusun Anggaran Pendapatan Belanja Aceh berpedoman pada dokumen Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA – PPAS) 2018, yang merupakan hasil Musrenbang tahun 2017 lalu.
“Jika tim TAPA memaksakan kehendak dalam pembahasan APBA dengan tidak memasukkan kegiatan hasil Musrenbang tahun 2017, kami menilai tim TAPA mempolitisir anggaran, karena hasil Musrenbang tahun 2017 itu merupakan hasil dari aspirasi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut Sayed mengatakan bahwa masyarakat mulai bosan melihat tingkah anggota parlemen Aceh, Gubernur dan perangkat SKPA lainnya yang membuat akrobat politik ketika APBA disahkan.
“Menghabiskan banyak energi hanya untuk berdebat untuk saling menyalahkan angka-angka yang terdapat pada RAPBA yang sedang dalam pembahasan,” katanya.
Ia berharap, agar Gubernur dan DPR Aceh dapat mengedepankan kepentingan masyarakat dan mencari solusi dalam mengusulkan anggaran yang berpihak kepada masyarakat dan mengedepankan skala prioritas dalam peningkatan pembangunan daerah.
“Kita berharap Gubernur dan DPR Aceh segera menghentikan drama politik dan mengakhiri konflik kepentingan anggaran, berikan solusi yang tepat sehingga APBA diharapkan dapat berpihak kepada rakyat,” pungkasnya. (Syahrial/Hrn)
