Ribuan Warga Kota Langsa Nobar Final Piala Dunia

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Ribuan Warga Kota Langsa Nonton Bareng (Nobar) final piala dunia yang digelar oleh Pemerintah Kota Langsa di Lapangan Merdeka Kota Langsa, Aceh, Ahad (15/7) malam.

Pantauan SERUJI di lapangan, sekitar pukul 20.30 WIB, sejumlah warga mulai berdatangan, baik sendirian, bersama keluarga maupun berkelompok.

Hanya bermodalkan alas yang dibawa, makanan ringan dan minuman, pecinta si kulit bundar telah dapat menyaksikan pertandingan antara Perancis melawan Kroasia.

Meski nonton bareng, Pemerintah Kota Langsa membuat garis pembatas antara laki-laki dan perempuan.

Sebelum menyaksikan piala dunia, Satlantas Polres Langsa turut memeriahkan nonton bareng piala dunia dengan memberikan hadiah-hadiah kepada penonton melalui fun game.

Kepala Bagian Humas dan Protokol M. Husin, S. Sos, MM mengatakan, nonton bareng ini dilakukan untuk mewujudkan kekompakan masyarakat Kota Langsa, selain itu, juga untuk memasyarakatkan olah raga kepada masyarakat.

“Untuk memperlihatkan kepada masyarakat Kota Langsa bahwa Pemerintah Daerah serius dalam hal olahraga, ini lebih cocok dalam bentuk awalnya adalah nonton bersama-sama atau nonton bareng, dan ini sudah komitmen dari Bapak Wali Kota Langsa jauh sebelum piala dunia ini digelar, kami sebagai corong Pemerintah Kota Langsa sudah disampaikan sebelumnya ini terus disiarkan setiap malam ada pertandingan bola,” ujarnya.

Sementara itu, Tarmizi salah seorang warga Kota Langsa sangat mengapresiasi nonton bareng yang digelar oleh Pemko Langsa tersebut.

Menurutnya, dengan adanya nonton bareng ini masyarakat dapat membaur menjadi satu tanpa ada perbedaan, disamping itu, masyarakat yang membawa anaknya dapat bermain dilapangan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, mandor taman Agus Setiawan mengungkapkan, agar terciptanya kondisi lapangan merdeka yang bersih, pihaknya telah menyiapkan hadiah untuk warga yang mampu mengumpulkan sampah paling banyak.

“Biasanya setelah nonton bola banyak sampah berserakan, malam ini kita siapkan hadiah berupa dua kipas angin dan satu sepada, nanti setelah nonton bola, siapa yang bisa mengumpulkan sampah paling banyak maka berhak mendapatkan hadiah,” katanya.(Syahrial/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam