Masih Banyak Keluarga Miskin Tidak Dapat Bersekolah di Batam

Batam, Seruji.com — Rido bocah 8 tahun belum sekolah, terpaksa mengikuti ibunya berjualan koran dari pukul 06.00 sampai pukul 23.00 WIB. Rido adalah seorang dari sekian banyak keluarga miskin yag tidak dapat bersekolah di kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Irma adalah nama seorang ibu separuh baya yang berasal dari Tembilahan Riau. Hingga saat ini Irma tinggal bersama 3 orang anaknya karena sudah beberapa tahun terakhir di tinggal suaminya merantau.

Rido adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Pada usia Rido yang sudah 8 tahun, dia tidak dapat mengenyam pendidikan di sekolah dikarenakan ketidakmampuan orangtuanya dalam biaya pendidikan dan biaya sehari-hari.

“Kami tidak punya biaya untuk menyekolahkan dia, karena hasil jual koran saja hanya cukup untuk makan sehari-hari,” lirih Irma.

Saat menjajakan koran, Irma terpaksa membawa dua orang anaknya, Rido dan adiknya yang masih belia karena tidak ada tempat atau saudara yang bisa dititipkan.

Sedang anak kedua Irma, karena sudah agak besar bisa ditinggal di rumah dan dititipkan kepada tetangga.

Ketika ditanya transportasi yang dipakai untuk pergi dan pulang ke rumah, “ada orang yang mengantar dan menjemput kami setiap hari, di antar pukul 06.00 dan di jemput pukul 23.00,” jawab Irma.

Melihat hal ini sudah selayaknya Pemerintahan Kota Batam terutama Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan agar lebih intensif dalam evaluasi memperhatikan kemiskinan yang mengakibatkan anak tidak dapat bersekolah. (Rizaldi)

 

Reporter : rizaldi
Editor   : HKY CH

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing. Mulai dari urusan remeh temeh seperti semir sepatu dan jarum jahit sampai urusan canggih-canggih seperti pesawat terbang dan gadged.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.