Masih Banyak Keluarga Miskin Tidak Dapat Bersekolah di Batam

0
17

Batam, Seruji.com — Rido bocah 8 tahun belum sekolah, terpaksa mengikuti ibunya berjualan koran dari pukul 06.00 sampai pukul 23.00 WIB. Rido adalah seorang dari sekian banyak keluarga miskin yag tidak dapat bersekolah di kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Irma adalah nama seorang ibu separuh baya yang berasal dari Tembilahan Riau. Hingga saat ini Irma tinggal bersama 3 orang anaknya karena sudah beberapa tahun terakhir di tinggal suaminya merantau.

Rido adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Pada usia Rido yang sudah 8 tahun, dia tidak dapat mengenyam pendidikan di sekolah dikarenakan ketidakmampuan orangtuanya dalam biaya pendidikan dan biaya sehari-hari.

“Kami tidak punya biaya untuk menyekolahkan dia, karena hasil jual koran saja hanya cukup untuk makan sehari-hari,” lirih Irma.

Saat menjajakan koran, Irma terpaksa membawa dua orang anaknya, Rido dan adiknya yang masih belia karena tidak ada tempat atau saudara yang bisa dititipkan.

Sedang anak kedua Irma, karena sudah agak besar bisa ditinggal di rumah dan dititipkan kepada tetangga.

Ketika ditanya transportasi yang dipakai untuk pergi dan pulang ke rumah, “ada orang yang mengantar dan menjemput kami setiap hari, di antar pukul 06.00 dan di jemput pukul 23.00,” jawab Irma.

Melihat hal ini sudah selayaknya Pemerintahan Kota Batam terutama Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan agar lebih intensif dalam evaluasi memperhatikan kemiskinan yang mengakibatkan anak tidak dapat bersekolah. (Rizaldi)

 

Reporter : rizaldi
Editor   : HKY CH

Komentar

BACA JUGA

Terkait Penghadangan Terhadap Anies, Fahira: Tidak Etis dan Kecewakan Warga Jakarta

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Senator DKI Jakarta Fahira Idris geram melihat perlakuan Panitia Piala Presiden 2018 yang tidak mengizinkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi...
Frans Barung Mangera

Belum Simpulkan Gila, Polda Jatim Masih Dalami Pelaku Penyerang Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polda Jatim sampai saat ini belum bisa memastikan secara psikis apakah pelaku penyerang KH Abdul Hakim Mubarok mengalami gangguan jiwa atau...
Afifun Nidlom

Muhammadiyah Desak Kepolisian Usut Tuntas Penyerangan Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas aksi penyerangan yang dialami pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Paciran,...
Frans Barung Mangera

Berbeda Dengan Legislator, Polisi Tegaskan Penyerang Ulama Belum Dipastikan Gila

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polda Jatim menegaskan bahwa pelaku penyerangan terhadap KH Abdul Hakam Mubarok, pengasuh Ponpes Muhammadiyah Karangasem, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, pada Ahad...

Hormati Hari Libur Nasional dan Keagamaan, Jatah Waktu Kampanye Dipotong

SURABAYA, SERUJI, CO.ID - KPU Jatim mengurangi total pelaksanaan masa kampanye Pilgub Jatim 2018 menjadi selama 119 hari, dari total keseluruhan hitungan sejak tanggal...
loading...
KH. Luthfi Bashori

Nikah Mut’ah Pernah Dihalalkan, Lantas Dilarang Untuk Seterusnya

Sy. Abdulah RA mengisahkan, ia dan para shahabat pergi berperang besama Rasulullah SAW tanpa disertai wanita (istri mereka). Lalu para shahabat bertanya kepada Rasulullah...

Dilema Piala Presiden, Antara Kekuasaan dan Etika

Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, tertahan di panggung penonton dan tidak ikut serta turun ke lapangan mendampingi Presiden Joko Widodo, setelah dihentikan oleh Paspampres...
IMG_20180219_192213

Habib Lutfi : Umat Islam Harus Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Kotawaringin Barat - Ribuan warga Pangkalan Bun, Sabtu (17/2) malam, membanjiri Lapangan Sampuraga. Kehadiran mereka guna mengikuti acara Kobar Bershalawat yang diadakan oleh Pemerintah...