Dahulukan Penghormatan pada Ulama, Wali Kota Ini Perintah Ubah Protokoler

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Ingin ulama ditempatkan pada penghormatan yang semestinya, Wali Kota Langsa Usman Abdullah memerintahkan mengubah protokoler atau tata cara penghormatan dalam setiap acara di Kota Langsa, terutama acara keagamaan.

Hal tersebut disampaikan pada acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1439H di Pendopo Kantor Wali Kota Langsa, Kamis (15/2).

Menurut Usman, jika dalam suatu acara dihadiri oleh para alim ulama hendaknya penghormatan nama alim ulama didahulukan daripada yang lainnya  termasuk kepada dirinya sebagai Wali Kota.

“Yang saya hormati Al-Ustadz Khalidin Nasution, terlebih dahulu saya memberikan penghormatan kepada beliau, karena beliau adalah alim ulama,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Toke Suum ini juga mengkritik penghormatan terhadap istri pejabat yang selalu disandingkan nama pejabat tersebut dibelakang nama istri.

“Dulu istri saya Nyonya Marlida Usman dipanggil, jadi istri itu bintinya saya, padahalkan punya orang tuanya, binti Muktar, tapi ini nyonya Marlida Usman, ini gak benar pak, jadi ini harus kita rubah kedepan, ya protokoler harus merubah ini,” jelasnya.

Ia menilai sebutan Nyonya merupakan peninggalan zaman Belanda, tidak relevan lagi jika diterapkan pada zaman sekarang, konon lagi di daerah Aceh.

”Ini kan peninggalan Belanda dulunya, 350 tahun yang lalu ini peninggalan Belanda, ini gak benar, apalagi kita daerah yang bersyari’at Islam, ini protokoler kedepan harus dirubah, apalagi acara-acara keagamaan seperti ini,” pintanya.

Toke Suum menegaskan, hal tersebut dapat dirubah karena tata penghormatan tidak diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang membutuhkan amandemen.

“Setelah saya lihat-lihat ini gak benar, jadi yang gak benar itu harus kita rubah kalau menurut saya, dan ini bukan Undang-Undang Dasar 1945 yang gak bisa diubah harus diamandemen dulu,” tegasnya.

Dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Wali Kota Langsa Usman Abdullah mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Esensi dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sesungguhnya adalah untuk meneladani setiap pikirannya, ucapan dan tindakan Rasullah Muhammad SAW” pungkasnya.

Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad tersebut juga dihadiri oleh Ustadz Khalid Nasution yang menyampaikan tausiyahnya. (Syahrial/SU05)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER