Comdev ACT Bertekad Kembalikan Ekonomi Rakyat Korban Gempa Pidie Jaya

Pidie Jaya, Seruji – Aksi kemanusiaan ACT di Pidie Jaya pasca-gempa tektonik berkekuatan 6,5 skala Richter yang terjadi pada Rabu shubuh (7/12/2016), saat ini tengah memasuki tahap recovery. Selain berfokus dalam rekonstruksi (pembangunan kembali) 100 meunasah, Tim juga tengah menggelar beberapa Program Community Development (Comdev), program berbentuk pemberdayaan usaha masyarakat korban gempa.

Kautsar, salah satu Tim Comdev-ACT mengungkapkan, Tim Recovery – ACT berbagi tugas selain mengerjakan proses rekonstruksi meunasah, tim juga tengah menggelar program pemberdayaan dan pendampingan yang bersifat sustainable (berkelanjutan) terhadap masyarakat yang terdampak gempa di Pidie Jaya.

Salahsatu program pemberdayaan Comdev-ACT, yaitu membantu usaha produksi batu bata merah di Gampong (Desa) Kuta Pangwa, Kecamatan Pringgadieng.

Menurut hasil asesmen dari Tim Comdev-ACT, Gampong Kuta Pangwa merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak gempa, terletak di antara pegunungan dan lautan, mata pencaharian masyarakatnya 50 persen adalah memproduksi batu bata merah.

“Kami berinisiatif untuk menjadikan desa ini sebagai prioritas program Comdev, karena sel tempat produksi batu bata merah di desa tersebut banyak yang hancur dan roboh. Sehingga kegiatan produksi batu bata merah harus terhenti yang secara otomatis mata pencaharian warga desa pun terhenti pula,” jelas Kautsar.

Tim Comdev-ACT membantu usaha masayarakat Gampong Kuta Pangwa dengan memberikan suntikan dana, memberikan penyuluhan serta pendampingan kepada pengusaha batu bata merah selama 3 bulan lamanya, sampai kepada proses penjualan batu bata.

Menurut Zulkarnaen, Koordinator Tim Comdev-ACT nantinya dari proses pemasaran/penjualan batu bata merah warganya, akan dibantu ACT dengan bersinergi dengan Tim Rekonstruksi Meunasah.

“Batu bata merah yang sudah siap dijual, nantinya akan dibeli oleh ACT untuk rekonstruksi Meunasah. Kami berharap dengan seperti itu usaha mereka akan kembali bangkit lagi dari keterpurukan, setelah beberapa minggu yang lalu tempat usahanya dihantam gempa,” tuturnya.

Zukarnaen menambahkan Program ini nantinya bisa menyerap tenaga kerja, sehingga produksi batu bata merah di Kuta Pangwa lebih meningkat.

Kini semangat para pengusaha batu bata merah di gampong Kuta Pangwa kembali meningkat, setelah dibantu tim Comdev-ACT, yang sebelumnya mereka merasakan beban berat karena tempat usahanya roboh di hantam gempa.

Seperti yang dirasakan oleh Zulkifli (46), salah satu warga pengusaha batu bata merah di Kuta Pangwa, Ia sangat bersyukur sudah dibantu ACT dengan program pemberdayaan ini.

“Terus terang sebelumnya kami sempat pesimis, setelah melihat kenyataan tempat usaha produki batu bata merah kami hancur. Namun ketika kami dibantu Tim ACT, semangat kami kini mulai bangkit kembali,” ujarnya.

Tim Comdev ACT tidak hanya menggelar Program Pemberdayaan Usaha Batu Bata Merah saja, namun ada tiga Program Comdev lainnya yang dipersiapkan untuk membantu bangkitnya ekonomi masyarakat Pidie Jaya korban gempa.

“Ada tiga program pemberdayaan usaha masyarakat untuk korban gempa di Pidie Jaya diantaranya: Pertama, Pemberdayaan dan pendampingan usaha roti kering dan kue ade (kue khas Pidie Jaya-red). Kedua, Pemberdayaan dan pendampingan usaha kedai kopi. Terakhir (ketiga) pemberdayaan dan pendampingan penanaman buah naga di Desa Seunong, Kecamatan Meredue. Harapan kami dengan program yang kami lakukan ini, perekonomian masyarakat korban gempa bisa bangkit lagi,” pungkasnya. (maswep/aceh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda