Siapkan Generasi Emas, Dispendik Surabaya Latih Gugus PAUD

SURABAYA – Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya mengadakan pelatihan untuk Gugus Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ada di Surabaya. Pelatihan ini dilakukan sebagai bagian program dari Dispendik Surabaya untuk mempersiapkan generasi emas yang unggul dalam menyambut Ulang tahun emas Indonesia ke 100 tahun.

“Kita ingin anak Surabaya disaat Indonesia merayakan ulang tahun emas 100 tahun pada tahun 2045 mendatang, menjadi generasi emas yang unggul serta memiliki akhlah mulia”, ungkap Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM, saat membuka workshop gugus PAUD unggulan di aula Bung Tomo, pagi ini, Senin (20/03) sebagaimana rilis Humas Dispendik.

Workshop yang diikuti 355 peserta dari Gugus PAUD tersebut akan berlangsung selama dua hari, dari tanggal 20-21 Maret 2017, bertempat di Aula Bung Tomo, Dispendik Surabaya.

Ikhsan, yang juga mantan Kepala Bapemas dan Keluarga Berencana Kota Surabaya tersebut menyatakan pentingnya peran PAUD dalam rangka mempersiapkan generasi unggul dimasa depan. Menurutnya, persiapan tersebut harus mulai dilakukan dari sekarang, agar generasi masa depan siap dan mampu bersaing menghadapi era globalisasi yang semakin pesat.

“Ini sama halnya merawat anak kita sendiri dengan baik, sehingga ketika mereka dewasa nanti mereka juga akan ngopeni kita dengan baik pula,” jelasnya.

Kasi Pendidikan Keluarga dan PAUD Dispendik Surabaya, Dwi Wahyu Novita, S. Psi menerangkan workshop ini sekaligus memberikan ilmu pengetahuan bagaimana implementasi pengajaran PAUD di lembaga yang berkualitas. “Setelah mengikuti workshop para gugus PAUD tersebut membuat rencana tindak lanjut mengenai kegugusan,” katanya.

Sementara itu, terkait perlindungan anak Didik Yudhi Ranu Prasetyo, anggota Dewan Pendidikan Surabaya mengungkapkan bahwa anak merupakan sebuah harta yang tak ternilai, oleh karena itu dibutuhkan bagaimana melindungi anak secara tepat, sehingga terhindari dari pelecehan seksual, bullying, serta berbagai macam tindak kekerasan kepada anak yang kian marak.

“Kalau ada tindak kekerasan kepada anak diharapkan segera untuk melapor”, pungkas Didik yang juga bekerja sehari-hari di Yayasan Perlindungan Anak Genta Surabaya.

EDITOR: Iwan S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.