Puluhan Ribu Kader Lingkungan Ikut Berpatisipasi Tata Kampung Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 29.700 kader lingkungan dan 540 fasilitator lingkungan di Kota Surabaya berpartisipasi mendorong serta memotivasi warga dalam menata kampungnya agar tetap bersih dan sehat.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Surabaya, Senin (26/2), mengatakan selama ini para kader lingkungan membantu pemkot melalui beberapa program pengurangan sampah mulai dari rumah tangga/kampung, hotel, kampus, sekolah, pasar dengan gerakan mengelola sampah mandiri 3R (reduce, reuse, dan recycle).

“Sampah-sampah tersebut kemudian dipilah melalui bank sampah dan rumah kompos,” katanya.

Cara ini, lanjut Risma, diaplikasikan dalam kegiatan Green and Clean, Merdeka dari Sampah, Bersih Bantaran Sungai, Eco School, Adiwiyata, Eco Campus, Eco Pesantren yang melibatkan warga, dunia pendidikan, serta pemberdayaan kader lingkungan dan fasilitator lingkungan.

Saat ini, kata Risma, Surabaya memiliki 371 bank sampah yang tersebar di perkampungan yang dikelola oleh warga serta 26 rumah kompos tersebar di hampir seluruh kecamatan.

“Sehingga sampah tidak lagi menjadi barang yang tidak berguna, melainkan justru bernilai ekonomis,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pemkot telah melakukan pengurangan sampah dengan menerapkan teknologi pengolahan sampah, baik skala kecil sampai skala kota, seperti pembangunan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Superdepo Sutorejo dengan kapasitas 20 ton per hari, Compost Center Wonorejo dengan kapasitas 20 ton per hari serta pusat daur ulang di Jambangan dengan kapasitas 20 ton per hari.

Menurut dia, keberhasilan pengolahan sampah di Kota Surabaya tidak lepas dari peran aktif masyarakat, makin sadarnya warga kota terhadap lingkungan dan sinergi antara seluruh pemangku kepentingan dengan pemkot untuk mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan.

Risma terus menggalakkan aksi bersih-bersih di sejumlah tempat setiap hari libur, seperti yang telah dilakukan akhir pekan lalu dengan menggelar bersih-bersih pantai di kaki Jembatan Suramadu sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada 21 Februari.

Pada momentum tersebut, Pemkot Surabaya menggalakkan program Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) dengan tema “Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah”. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.