Permintaan Warga Tinggi, Pemkot Tambah 12 Unit Suroboyo Bus

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Surabaya akan menambah 12 unit angkutan massal berupa Suroboyo Bus pada tahun ini menyusul tingginya minat warga menggunakan transportasi tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan, di Surabaya, Jumat (25/5), mengatakan selama ini baru ada delapan unit Suroboyo Bus, namun tahun ini akan ditambah 12 unit.

“Dua unit bus di antaranya merupakan bantuan dari perusahaan di Surabaya melalui CSR (Corporate Sosial Responsibility),” katanya.

Keunikan dari Suroboyo Bus ini, penumpang tidak dipungut biaya berupa uang tunai, tetapi diwajibkan menyetorkan sejumlah botol atau gelas plastik bekas minuman.

Irvan mengatakan dengan adanya penambahan armada Suroboyo Bus tersebut, maka akan ada penambahan rute yang dilalui. Selama ini rute yang dilalui dari arah selatan ke utara atau sebaliknya, yakni Halte Rajawali hingga Terminal Purabaya.

“Nantinya, Suroboyo Bus juga akan melayani penumpang dari arah barat ke timur atau sebaliknya. Rencananya dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya,” katanya.

Namun, ia mengaku saat ini pihaknya masih melakukan kajian, dengan memperhitungkan kebutuhan yang ada di setiap kawasan yang dilalui.

Irvan menegaskan, sebelum beroperasi, pihaknya akan melakukan uji coba terlebih dahulu.

“Untuk rute barat ke timur yang pasti dua unit bantuan CSR,” katanya.

Irvan mengaku armada bus yang melayani rute dari arah barat ke timur atau sebaliknya lebih dari dua unit. Dari 10 unit tambahan dari alokasi APBD Surabaya, sebagian akan diperuntukkan melayani kawasan Surabaya barat dan timur.

“Tapi, kita masih belum pastikan berapa,” katanya.

Ia mengatakan pascadiresmikannya Suroboyo Bus pada 9 April 2018, jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi ini terus mengalami peningkatan.

“Kenaikan per hari mencapai 15 persen,” katanya.

Menurut dia, banyaknya penumpang berlangsung pada Sabtu dan Minggu. Saat ini akhir pekan penumpang yang ingin menggunakan Suroboyo Bus hingga harus antre.

“Karena bercampur dengan wisatawan yang ingin naik,” ujar Irvan. (Ant/Su2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER