Perahu Miring di Sumenep, Empat Korban Belum Ditemukan

SUMENEP, SERUJI.CO.ID – Empat korban dalam musibah perahu miring di perairan sebelah barat Pulau Saredeng Besar, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum ditemukan.

“Sesuai laporan terbaru dari pimpinan Polsek Sapeken, empat dari 33 penumpang perahu nahas tersebut hingga sekarang belum ditemukan,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukid di Sumenep, Jumat (9/3).

Informasi dari polisi, terdapat 34 orang dalam perahu itu dengan rincian satu juru kemudi sekaligus pemilik perahu dan 33 penumpang.

Perahu “Kota Baru” milik Sahirudin, warga Desa Sapeken, itu berangkat dari Sapeken ke Desa Tanjung Kiaok, Kecamatan Sapeken, dengan mengangkut 33 penumpang pada Kamis (8/3) pukul 14.15 WIB.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 mil, tepatnya di perairan sebelah barat Pulau Saredeng Besar, perahu tersebut mengalami kemiringan ke sisi kiri dan mengakibatkan sebagian penumpang terjatuh atau tercebur ke laut.

Saat itu sekitar pukul 14.45 WIB, pemilik perahu sekaligus juru kemudi bersama sebagian penumpang dan dibantu nelayan yang melintas di lokasi kejadian, langsung berusaha menolong para korban.

Data per Jumat (9/3) pagi ini, satu penumpang meninggal dunia akibat musibah tersebut, 28 penumpang dan pemilik perahu selamat, dan empat penumpang belum ditemukan.

“Empat korban yang untuk sementara berstatus hilang atau nasibnya belum diketahui itu, semuanya siswa/siswi kelas X madrasah aliyah di Ponpes Abu Hurairah Sapeken,” kata Mukid, menerangkan.

Empat penumpang yang belum ditemukan tersebut adalah Maya Puspita Dewi (16), Nur Khalik Mahmudi (16), Nur Fadilah (16), dan Fathul Arifin (16), semuanya warga Desa Sapeken.

Sementara korban yang meninggal dunia adalah Dewana Kisfatul Izzah (17), siswi kelas X madrasah aliyah di Ponpes Abu Hurairah Sapeken, juga warga Desa Sapeken. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bangsa Gagal Nyintesis

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close