ITS Populerkan Arsitektur Nusantara

0
69
Suasana saat seminar di Kampus ITS Surabaya, Senin (12/3/2018). (foto:Devan/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Departemen Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar seminar arsitektur yang bertajuk “Peng-konsteks-an Arsitektur Nusantara” di kampus ITS Surabaya, pada Senin (12/03).

Para arsitek kenamaan Indonesia turut hadir sebagai panelis dalam acara ini diantaranya adalah Prof Ir Gunawan Tjahjono MArch PhD, Ir Popo Danes, Ir Eko Agus Prawoto MArch, Ir Yori Antar, dan lainnya.

Agenda berskala nasional ini juga dihadiri ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Ahmad Djuhara, yang bertindak sebagai moderator seminar.

Loading...

Guru Besar Departemen Arsitektur ITS, Prof Dr Ir Josef Prijotomo MArch, mengatakan, arsitektur nusantara memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi setara dengan arsitektur Eropa, Amerika, dan lainnya. Namun hal tersebut tergantung pada sikap setiap orang dalam memandang kedudukan arsitektur nusantara itu sendiri.

“Arsitektur nusantara tidak hanya kebanggaan bangsa Indonesia, namun juga merupakan bagian dari arsitektur dunia,” kata Josef Prijotomo di Kampus ITS Surabaya, Senin (12/3).

Kata Josef, pesatnya kemajuan teknologi, pengetahuan tentang arsitektur kian modern dan para arsitektur dari luar negeri, saat ini begitu cepat hadir di Indonesia.

“Hal tersebut mengakibatkan proses pendidikan arsitektur menjadi lebih terfokus ke desain yang justru kurang mencerminkan jati diri Indonesia,” terangnya saat seminar.

Duta Cermat Mandiri sekaligus penulis, Ir Budiman Hendropurnomo, mengungkapkan, arsitektur modern kini telah menjadi tradisi di Indonesia. Bahkan, juga mulai menggeser kedudukan arsitektur asli Indonesia.

“Sayangnya, kita terbuai arsitektur luar negeri hingga lupa hal hebat apa saja yang dimiliki Indonesia,” ujarnya.

Sementara Prof Ir Gunawan Tjahjono MArch PhD dari Universitas Indonesia menambahkan pendidikan tentang arsitektur merupakan salah satu hal yang berperan penting dalam merubah mindset bagi arsitek maupun calon arsitek nantinya.

“Pendidikan tersebut sangat penting, yakni khususnya merubah pemikiran para calon arsitek dan arsitektur,” tambahnya.

Terkait penerapan arsitektur Nusantara dalam dunia, Gunawan menjelaskan nantinya akan muncul pemikiran dan pandangan baru yang memberi sumbangan bagi hadirnya arsitejtur Indonesia.

“Tentu harapan saya akan muncul pemikiran dan pandangan baru yang akan memberi sumbangan bagi hadirnya arsitektur Indonesia yang tidak meninggalkan karakter dan ciri khas dari Indonesia itu sendiri,” pungkasnya. (Devan/SU05)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU