Elemen Masyarakat Tolak RKUHP Yang Berpotensi Mengkriminalisasi Perempuan dan Anak

0
32
Demo RKUHP
Peserta aksi JANGKAR PKTPA dari berbagai elemen di halaman gedung DPRD Jatim, kamis (15/2/2018). (foto:Luhur/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Penggodokan Rancanan KUHP (RKUHP) oleh Komisi III DPR RI, menuai protes dari berbagai kalangan aktivis dan civil society di Jawa Timur.

Gabungan elemen masyarakat yang menamakan diri Jaringan Kerja Penanganan kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak (JANGKAR PKTPA) Jatim, melakukan aksi damai di gedung DPRD Jatim di Jalan Indrapura, Surabaya, Kamis (15/2).

Koordinator lapangan aksi tersebut, Triwiati yang juga pengurus LSM Savy Amira, mengatakan aksi damai tersebut dilakukan untuk menolak RKUHP yang  berpotensi mengkriminalisasi perempuan, anak dan kelompok rentan.

“Bila RKUHP draft 2018 disahkan, maka upaya pengesahan itu memiliki potensi ancaman bagi kebebasan berpendapat, tidak menciptakan rasa aman, begitu tak jelasnya batasan kriminalisasi, dan potensi persekusi sehingga menyulitkan pencapaian kesejahteraan masyarakat,” ungkap Triwiarti.

Ada 5 poin yang dipermasalahkan oleh JANGKAR PKTPA. Pertama, belum adanya keberpihakan di RKUHP terhadap kelompok rentan terutama anak dan perempuan.

Kedua, RKUHP berpotensi mempidanakan seseorang menjadi pelaku, hanya dikarenakan sebab tidak ada dukungan sosial. Ketiga, jika RKUHP tetap disahkan kemungkinan terhambatnya program pembangunan pemerintah sangat mungkin terjadi.

Keempat, psikologi masyarakat akan terbentuk rasa takut untuk mengungkapkan pendapat terhadap segala tindakan elit politik. Kelima, RUU KUHP memuat pasal karet atau tidak jelas yang mendorong praktik kriminalisasi termasuk intervensi terhadap ruang privat warga.

JANGKAR PKTPA terdiri Savy Amira, KPR Tuban, WCC Jombang, WCC Kamalita pasuruan, KPPAI Pasuruan, KPI Jatim, WCC Dian Mutiara, ApeL Lamongan.

Aksi yang berlangsung di halaman Gedung DPRD Jatim itu didukung oleh beberapa elemen kemasyarakatan lainnya seperti KPS2K, LBH Disabilitas, LBH Al-Bahaqy, LPPA Bina Anissa Mojokerto, IPPI Jatim, LBH Surabaya, PKBI Jatim, Rumah Perempuan Mandiri Tuban, Sahabat perempuan, Suara Difabel Mandiri, Kohati Jatim, Kopri Universitas Sunan Bonang Tuban, PMII Cabang Sidoarjo dan Swara Perempuan cakrawala timur. (Luh/Hrn)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....