Elemen Masyarakat Tolak RKUHP Yang Berpotensi Mengkriminalisasi Perempuan dan Anak

0
80
Demo RKUHP
Peserta aksi JANGKAR PKTPA dari berbagai elemen di halaman gedung DPRD Jatim, kamis (15/2/2018). (foto:Luhur/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Penggodokan Rancanan KUHP (RKUHP) oleh Komisi III DPR RI, menuai protes dari berbagai kalangan aktivis dan civil society di Jawa Timur.

Gabungan elemen masyarakat yang menamakan diri Jaringan Kerja Penanganan kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak (JANGKAR PKTPA) Jatim, melakukan aksi damai di gedung DPRD Jatim di Jalan Indrapura, Surabaya, Kamis (15/2).

Koordinator lapangan aksi tersebut, Triwiati yang juga pengurus LSM Savy Amira, mengatakan aksi damai tersebut dilakukan untuk menolak RKUHP yang  berpotensi mengkriminalisasi perempuan, anak dan kelompok rentan.

“Bila RKUHP draft 2018 disahkan, maka upaya pengesahan itu memiliki potensi ancaman bagi kebebasan berpendapat, tidak menciptakan rasa aman, begitu tak jelasnya batasan kriminalisasi, dan potensi persekusi sehingga menyulitkan pencapaian kesejahteraan masyarakat,” ungkap Triwiarti.

Ada 5 poin yang dipermasalahkan oleh JANGKAR PKTPA. Pertama, belum adanya keberpihakan di RKUHP terhadap kelompok rentan terutama anak dan perempuan.

Kedua, RKUHP berpotensi mempidanakan seseorang menjadi pelaku, hanya dikarenakan sebab tidak ada dukungan sosial. Ketiga, jika RKUHP tetap disahkan kemungkinan terhambatnya program pembangunan pemerintah sangat mungkin terjadi.

Keempat, psikologi masyarakat akan terbentuk rasa takut untuk mengungkapkan pendapat terhadap segala tindakan elit politik. Kelima, RUU KUHP memuat pasal karet atau tidak jelas yang mendorong praktik kriminalisasi termasuk intervensi terhadap ruang privat warga.

JANGKAR PKTPA terdiri Savy Amira, KPR Tuban, WCC Jombang, WCC Kamalita pasuruan, KPPAI Pasuruan, KPI Jatim, WCC Dian Mutiara, ApeL Lamongan.

Aksi yang berlangsung di halaman Gedung DPRD Jatim itu didukung oleh beberapa elemen kemasyarakatan lainnya seperti KPS2K, LBH Disabilitas, LBH Al-Bahaqy, LPPA Bina Anissa Mojokerto, IPPI Jatim, LBH Surabaya, PKBI Jatim, Rumah Perempuan Mandiri Tuban, Sahabat perempuan, Suara Difabel Mandiri, Kohati Jatim, Kopri Universitas Sunan Bonang Tuban, PMII Cabang Sidoarjo dan Swara Perempuan cakrawala timur. (Luh/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
bambang soesatyo

DPR Minta Kemenag Beri Penjelasan Terkait Rekomendasi 200 Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Agama menjelaskan terkait kebijakan mengeluarkan rekomendasi 200 nama mubaligh, agar tidak terjadi keresahan di...
operasi pasar

Bulog Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Aparat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tangerang, Banten, mempersiapkan operasi pasar (OP) sebagai antisipasi lonjakan harga sembako di pasar tradisional dan pusat...

Fitriani Gagal Rebut Angka Pertama Piala Uber Lawan Malaysia

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Pemain Indonesia Fitriani gagal meraih angka pertama bagi tim putri Indonesia, setelah menyerah kepada Soniia Cheah dari Malaysia 21-10, 17-21, 14-21...
tenaga kerja asing

Terkait Serbuan TKA, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

PADANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, Senin (21/5), setelah salah...

Dikalahkan Persela Lamongan, Persija Ajukan Protes ke PSSI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta secara resmi mengajukan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi...