DPRD Surabaya Apresiasi Pelestarian Permainan Tradisional

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Legislator mengapresiasi permainan tradisional yang dilestarikan khususnya pada pameran batik bertajuk “Hinggil Batik Fest 2018” di salah satu mal di Kota Surabaya, Rabu (28/2) hingga Ahad (4/3).

“Saya mendukung dan apresiasi acara ini,” kata anggota Komisi D Bidang Kesra DPRD Surabaya Reni Astuti di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (3/3).

Reni sempat menyaksikan permainan tradisional seperti tarik tambang, egrang batok, tek ko tek, dan lainnya. Semua permainan tradisional itu dimainkan anggota Karang Taruna Surabaya dan pengunjung.

Bahkan Reni sendiri mengaku sempat didaulat panitia untuk memainkan tek ko tek yang bisa disebut merupakan permainan zaman dahulu. Alat permainan ini berupa bola plastik padat dan keras berdiameter sekitar 10 cm yang masing-masing diikat tali yang bagian ujungnya bertemu pada satu cincin (ring) yang juga plastik.

Apabila digerakkan, lanjut dia, kedua bola plastik itu akan benturan dan menghasilkan bunyi tek ko tek.

“Dulu kalau bermain ini tidak boleh dekat kaca. Kaca jendela maupun kaca meja,” katanya.

Bagi wakil ketua Fraksi PKS DPRD Surabaya ini, memainkan dan melihat permainan tradisional itu membawanya berwisata memori. Dia teringat ketika kecil pernah memainkannya.

“Main layang-layang sampai sekarang saya masih bisa,” ujarnya.

Di samping lengkap menstimulus aspek kognitif, psikomotorik dan afektif, kata dia, permainan tradisional itu penuh dengan filosofi. Permainan tradisional mengedepankan sportivitas, semua yang bermain ikut mengawasi, ada aturan bersama yang disepakati, juga ada musyawarah untuk mufakat.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER