95 Persen Lulusan SMK Belum Siap Kerja

0
34
  • 1
    Share
siswa SMK
Siswa SMK sedang praktik di bengkel sekolah. (Foto: istimewa)

MALANG, SERUJI.CO.ID – Bupati Malang Rendra Kresna mengakui sekitar 95 persen lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Malang belum siap terjun ke dunia kerja karena mereka hanya mengantongi teori akademik.

“Para lulusan SMK ini baru memiliki teori secara akademik, belum memiliki pengalaman dan praktik kerja yang sesungguhnya. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan teori dan nilai akademik yang bagus saja, tetapi kemampuan dan keterampilan kerja,” kata Rendra Kresna di Malang, Jawa Timur, Rabu (16/5).

Oleh karena itu, lanjutnya, sebelum mereka terjun di dunia kerja yang sesungguhnya, pihaknya membekali mereka dengan pelatihan dan praktik kerja agar menjadi tenaga kerja trampil dan berkualitas, tidak hanya menguasai teori semata, tapi juga kemampuan di lapangan.

Loading...

Rendra mengakui memang ada kendala untuk mempersiapkan dan memberikan pelatihan siswa SMK melalui kurikulum pendidikan setelah kewenangan pengelolaan SMK ada di Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.

“Oleh karena itu, melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), kami hanya bisa melakukan pelatihan keterampilan kerja untuk membuka peluang sekaligus mempersiapkan warga usia produktif Kabupaten Malang menjadi tenaga kerja trampil an profesional,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan kerja melalui Disnakertrans Kabupaten Malang bisa menjadi salah satu langkah terobosan yang baik untuk menyiapkan lulusan SMK menjadi tenaga kerja yang handal dan profesional, apalagi kalau bisa menggandeng perusahaan atau lembaga sertifikasi, sehingga lulusan SMK nantinya sudah trampil dan bersertifikasi.

“Harapan kami lulusan SMK nantinya bisa langsung terjun ke dunia kerja karena mereka sudah mendapatkan pelatihan an mengantongi sertifikat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo mengatakan kegiatan pelatihan keterampilan kerja yang diprogramkan memang dikhususkan kepada siswa SMK agar ketika lulus nantinya bisa langsung kerja.

“Pelatihan yang nantinya kami gelar secara bertahap ini juga bekerja sama dengan lembaga sertifikasi,” ucapnya.

Menurut Yoyok, pelatihan yang diberikan kepada siswa SMK tersebut, tidak hanya keterampilan kerja agar menjadi tenaga kerja profesional, tetapi juga mempersiapkan mental mereka dalam menghadapi dunia kerja. Selain itu, ada motivasi dan etos kerja.

“Harapan kami lulusan SMK nanti tidak hanya terampil dan memiliki kemampuan bekerja saja, tapi juga mental baja serta motivasi dan etos kerja yang bagus guna menunjang karir mereka,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU