Tingkat Kecelakaan Arus Mudik di Jabar Turun

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan tingkat kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran 2018 di Jawa Barat mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Iwa Karniwa menuturkan Rabu (20/6), berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Jawa Barat, untuk arus mudik Lebaran 2018, pada H-1 Idul Fitri tidak ada kejadian kecelakaan lalu lintas di ruas jalan yang dilalui para pemudik.

Sedangkan H+1 ada satu kecelakaan, satu orang meninggal, satu luka berat dan kerugian Rp500 ribu dan H+2 ada 3 kecelakaan, tiga orang meninggal, satu luka berat dan enam luka ringan serta total kerugian Rp27,5 juta.

“Sebagai perbandingan, data kecelakaan pada H-1 tahun 2017 terjadi delapan kecelakaan lalu lintas. Dalam peristiwa itu, enam orang meninggal dunia, tiga luka berat dan luka ringan 17 orang. Adapun total kerugian sebesar Rp20 miliar,” kata Iwa.

Ia juga menjelaskan, kendaraan selama mudik Lebaran 2018 di jalur pantura, tengah dan selatan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Pada Lebaran 2018, jumlah warga yang melintas di jalur pantura sebanyak 1.182.294 jiwa, jalur tengah 37.0762 dan jalur selatan sebanyak 76.9707 jiwa sementara kendaraan roda dua sebanyak 95.387 unit dan roda empat 1.430.136 unit.

Sedangkan total warga yang melintas dari H-7 pada Lebaran 2017, untuk jalur pantura 1.145818 jiwa, tengah 42.423 jiwa dan selatan 890.999 jiwa. Sementara untuk kendaraan yang melintas berjumlah 1.220.386 unit motor dan 1.242.454 unit mobil.

Lebih lanjut, ia mengatakan berdasarkan data Dinas Perhubungan Provinsi Jabar juga dinyatakan bahwa perbandingan kepadatan kendaraan arus balik yang terjadi di tiga jalur utama, yakni pantura, tengah dan selatan, antara tahun ini dan tahun lalu.

Pada 2017, warga yang melakukan arus balik pada H+1 di jalur pantura sebanyak 60.827 jiwa, di jalur tengah 34.127 jiwa dan selatan 58.921 jiwa dengan total kendaraan motor sebanyak 66.565 unit dan mobil sebanyak 87.310 unit. Sesangkan pada H+2, warga yang melintas di jalur pantura sebanyak 99.039 jiwa, tengah 54.351 jiwa dan selatan 96.403 jiwa dengan total kendaraan roda dua 119.223 unit dan mobil 130.570 unit.

Untuk tahun 2018, pada H+1 warga yang melintas di Jalur pantura sebanyak 124.412 jiwa, tengah 42.826 jiwa dan selatan 88.283 jiwa dengan total kendaraan yang melintas 119.021unit roda dua dan 136.540 unit roda empat. Sedangkan di H+2, warga yang melintas di jalur pantura sebanhak 131.683 jiwa, tengah 43.360 jiwa dan selatan 105.509 jiwa dengan total kendaraan roda dua sebanyak 104.308 unit dan roda empat sebanyak 175.530 unit.

Iwa mengatakan bahwa berdasarkan data dari Dishub Jabar tersebut, pada H+1 terjadi peningkatan arus kendaraan sebesar 66 persen. Sedangkan pada H+2 terjadi peningkatan sebesar 12 persen.

Pihaknya menambahkan bahwa jalur tengah dan selatan mulai berkurang dan masyarakat memiliki kecenderungan melintasi jalur pantura sehingga ia menilai hal itu tidak terlepas dari fasilitas jalan trans Jawa yang sudah mulai terkoneksi meski belum 100 persen.  Melihat trend mudik yang diklaim kebih baik, Pemprov Jabar terpacu untuk segera melelang rencana pembangunan jalan tol Gede Bage-Majalaya-Tasik-Banjar yang panjangnya 106-110 km.

Hal ini, menurut dia, akan segera didiskusikan dengan pihak Badan Pengatur Jalan Tol.

“Jika di jalur tengah dan selatan konektivitasnya bisa ditingkatkan, mudik akan terbagi dan arus lalin tidak akan padat,” ujarnya.

“Tapi ini harus didukung oleh semua pihak, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kalau terealisasi, jalur selatan akan mempunyai sarana yang memadai untuk dilalui pemudik secara cepat dan nyaman,” lanjut Iwa. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.
close