Membandel, Petugas Gabungan Tutup Paksa Rumah Makan Yang Masih Buka Siang Hari

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID – Sejumlah rumah makan yang berada di Kota Sukabumi, Jawa Barat ditutup petugas gabungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Satuan Polisi Pamong Praja, TNI dan Polri karena melanggar aturan Wali Kota Sukabumi terkait jam operasional.

“Di pekan kedua Ramadhan ini ternyara masih banyak rumah makan yang tetap buka pada siang hari atau tidak sesuai dengan aturan Wali Kota Sukabumi tentang aktivitas rumah makan seama Ramadhan,” kata Ketua Komisi Dakwah MUI Kota Sukabumi, M Nur Kosim di Sukabumi, Rabu (15/5).

Bahkan, dari beberapa rumah makan yang terjaring razia tersebut sudah sering diberikan peringatan agar tidak buka pada siang hari, tetapi sesuai dengan jadwal yang ada pada Perwalkota itu. Sehingga petugas langsung melakukan tindakan dengan menutup rumah makan tersebut dan baru boleh buka lagi pukul 16.00 WIB.

Menurutnya, dalam perwalkot itu rumah makan baru bisa buka pada pukul 16.00 WIB dan itu pun masih dilarang makan di tempat, terkecuali sudah masuk waktunya buka puasa atau saat Adzan Magrib berkumandang.

Operasi Simpatik ini juga untuk mengingatkan kepada pemilik rumah makan agar menghormati warga yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan karena karena usahanya itu tidak akan rugi malah bisa bertambah berkah.

Selain itu, langkah ini pun untuk antisipasi terjadinya gangguan keamanan seperti adanya kelompok masyarakat yang tersinggung atau terganggu dengan rumah makan yang tetap beraktivitas di siang hari.

“Kami imbau agar pemilik rumah makan, warung nasi dan sejenisnya mengikuti dan mentaati aturan tersebut hanya selama Ramadhan saja. Ini untuk menghormati warga yang melaksanakan ibadah puasa,” tambahnya.

Nur Kosim mengatakan jika rumah makan tersebut masih ngeyel dan tetap buka bukan pada jadwalnya maka tidak menutup kemungkinan akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sementara salah seorang pemilik rumah makan yang enggan disebutkan namanya mengaku tetap membuka usahanya di siang hari karena ingin membantu pegawainya sebab jika tidak usaha maka karyawannya itu tidak bisa mendapatkan upah dan tunjangan hari raya (THR) saat lebaran nanti

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bagaimana Kalau Prabowo Kalah Lagi?

Terpilih kembali atau tidaknya petahana adalah sebuah hal yang wajar di alam demokrasi. Karena tujuan dari pesta demokrasi, atau yang kita sebut Pilpres ini, adalah untuk mengukur kepuasan dan ketidakpuasan pada petahana.

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER