Keberadaan Orang Asing Harus Dilaporkan

DEPOK – Pemda Depok, diwakili Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, bersama Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok melakukan sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), di Fave Hotel, Senin (14/2). Dalam sosialisasi ditekankan, orang asing harus didata dan dilaporkan.

Menindak lanjuti nota kesepakatan kedua pihak tentang pengawasan orang asing di Kota Depok, Kasie Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Jeacky Gerald Gerung, mengatakan, “Menurut UU No.6 Tahun 2011 Pasal 72 Tentang Keimigrasian, setiap orang yang memberikan tempat tinggal atau penginapan bagi orang asing wajib melaporkan keberadaan orang tersebut.”

Lebih lanjut, ia menjelaskan setiap orang asing yang tinggal di Indonesia, khususnya Kota Depok, wajib memiliki penjamin. Penjamin wajib melaporkan setiap perubahan data keimigrasian, status sipil, dan alamat orang asing tersebut. “Saya berharap para peserta yang hadir dari perwakilan Kecamatan meneruskan sosialisasi ini di wilayah masing-masing.”

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, Dadan Gunawan, menambahkan, dari sosialisasi ini diharapkan para pemilik atau pengelola tempat kos, hotel dan apartemen bisa meng-input setiap penambahan dan perubahan data orang asing yang tinggal.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Misbahul Munir, mengapresiasi aplikasi tersebut. Pihaknya bisa melalukan pendataan dan pemetaan orang asing di Depok yang diwajibkan memiliki KITAS (Kartu Ijin Tinggal Sementara) dan KITAP (Kartu Ijin Tinggal Tetap) sesuai Perda No.10 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

EDITOR: Omar Ballaz

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER