Banjir Bandang Yang Landa Garut, 149 Rumah Penduduk Rusak

0
27
Banjir badang Garut
Camat Tenten dan petugas KA yang sedang mendengarkan kronologis kejadian, diperlintasan sebuah rel kereta, Kamis (23/11/2017). (foto:RoniHD/SERUJI)

GARUT, SERUJI.CO.ID – Banjir bandang dan longsor yang melanda Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, telah merusak beberapa rumah warga dan fasilitas umum. Dari data yang dihimpun pihak kecamatan Malangbong diperkirakan kerugian materiil mencapai Rp4,4 miliar lebih.

Pihak kecamatan Malangbong menyebutkan, bencana itu mengakibatkan 149 rumah penduduk yang dihuni 147 KK dengan 768 jiwa, mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan, sedang dan berat.

Fasilitas umum yang rusak terdiri dari Masjid 8 buah, 2 sekolah mengalamai kerusakan pada 6 ruang kelas, jembatan 7 buah, irigasi 4 titik dan jalan 2 titik.

Sementara itu sebanyak 464 KK lainnya, yang berjumlah sekitar 1.600 jiwa juga terancam pemukimannya.

“Para korban membutuhkan bantuan makanan, pakaian, selimut, obat-obatan dan peralatan masak,” ujar Camat Malangbong, Teten Sundara di Malangbong, Kamis (23/11).

Disebutkan, hujan lebat yang mengguyur wilayah kecamatan Malangbong dan sekitarnya pada hari Rabu (22/11) terjadi sekitar pukul 14.30 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Tanda-tanda bencana mulai terlihat pukul 16.00 WIB, saat air datang ke Kampung Cipeuyeum dan Kampung Cijanur, Desa Sukamanah.

Dalam laporan tertulisnya ke Pemkab Garut bernomor 366/ 579/Kec, tertanggal 23 Nopember 2017, Teten menjelaskan, mula-mula air datang dari dua sungai yaitu Citatapa dan Cideres. Air kemudian menghantam salah satu rumah warga, yang diketahui bernama H. Ujang hingga temboknya jebol. Seluruh isi rumah termasuk satu kendaraan roda tiga ikut hanyut.

Teten juga mengungkapkan bahwa banjir bandang juga terjadi di Sungai Cikurutug yang mengakibatkan rusaknya jembatan di daerah Tanjaknangsi, Desa Malangbong. Sedangkan banjir di Kampung Ciwahang, Desa Sukamanah, terjadi akibat air yang datang dari daerah pegunungan. Air melewati jalan dan selokan dan kemudian menimpa perkampungan.

“Kini kami terus melakukan evakuasi dan pendataan korban berikut kerugian,” ungkap Teten.

Akibat hujan lebat yang terus terjadi beberapa hari ini mengakibatkan sejumlah desa diterjang longsor. Di antaranya Desa Girimakmur, Desa Campaka, Desa Mekarmulya, Desa Cihaurkuning, Desa Cikarag, Desa Barudua, Desa Cinagara dan Desa Sekarwangi. (RoniHD/Hrn)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....