Banjir Bandang Yang Landa Garut, 149 Rumah Penduduk Rusak

0
71
Banjir badang Garut
Camat Tenten dan petugas KA yang sedang mendengarkan kronologis kejadian, diperlintasan sebuah rel kereta, Kamis (23/11/2017). (foto:RoniHD/SERUJI)

GARUT, SERUJI.CO.ID – Banjir bandang dan longsor yang melanda Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, telah merusak beberapa rumah warga dan fasilitas umum. Dari data yang dihimpun pihak kecamatan Malangbong diperkirakan kerugian materiil mencapai Rp4,4 miliar lebih.

Pihak kecamatan Malangbong menyebutkan, bencana itu mengakibatkan 149 rumah penduduk yang dihuni 147 KK dengan 768 jiwa, mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan, sedang dan berat.

Fasilitas umum yang rusak terdiri dari Masjid 8 buah, 2 sekolah mengalamai kerusakan pada 6 ruang kelas, jembatan 7 buah, irigasi 4 titik dan jalan 2 titik.

Sementara itu sebanyak 464 KK lainnya, yang berjumlah sekitar 1.600 jiwa juga terancam pemukimannya.

“Para korban membutuhkan bantuan makanan, pakaian, selimut, obat-obatan dan peralatan masak,” ujar Camat Malangbong, Teten Sundara di Malangbong, Kamis (23/11).

Disebutkan, hujan lebat yang mengguyur wilayah kecamatan Malangbong dan sekitarnya pada hari Rabu (22/11) terjadi sekitar pukul 14.30 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Tanda-tanda bencana mulai terlihat pukul 16.00 WIB, saat air datang ke Kampung Cipeuyeum dan Kampung Cijanur, Desa Sukamanah.

Dalam laporan tertulisnya ke Pemkab Garut bernomor 366/ 579/Kec, tertanggal 23 Nopember 2017, Teten menjelaskan, mula-mula air datang dari dua sungai yaitu Citatapa dan Cideres. Air kemudian menghantam salah satu rumah warga, yang diketahui bernama H. Ujang hingga temboknya jebol. Seluruh isi rumah termasuk satu kendaraan roda tiga ikut hanyut.

Teten juga mengungkapkan bahwa banjir bandang juga terjadi di Sungai Cikurutug yang mengakibatkan rusaknya jembatan di daerah Tanjaknangsi, Desa Malangbong. Sedangkan banjir di Kampung Ciwahang, Desa Sukamanah, terjadi akibat air yang datang dari daerah pegunungan. Air melewati jalan dan selokan dan kemudian menimpa perkampungan.

“Kini kami terus melakukan evakuasi dan pendataan korban berikut kerugian,” ungkap Teten.

Akibat hujan lebat yang terus terjadi beberapa hari ini mengakibatkan sejumlah desa diterjang longsor. Di antaranya Desa Girimakmur, Desa Campaka, Desa Mekarmulya, Desa Cihaurkuning, Desa Cikarag, Desa Barudua, Desa Cinagara dan Desa Sekarwangi. (RoniHD/Hrn)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama