Ustadz Muhammad Ikhsan : Masyarakat Jangan Mudah Tertipu Berita Hoax

0
31

Pangkalan Bun, Seruji.com- Maraknya pemberitaan bohong (hoax) belakangan ini membuat anggota Ikatan Dakwah Indonesia (IKADI) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah angkat bicara. Pasalnya, tanpa adanya campur tangan pemerintah, tokoh agama yang memberikan kontrol dan pemahaman kepada khalayak umum, maka bisa menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia.

“Belakangan ini banyak berita dari berbagai media yang tidak sesuai fakta. Maka kami menghimbau agar masyarakat khususnya umat Islam jangan makan mentah-mentah atas kabar yang beredar,” kata ustadz Ikhsan.

Setiap kali ada berita, lanjutnya, yang belum pasti kebenarannya hendaknya tabayyun (klarifikasi) dulu sebelum membagi (share) kepada orang lain atau ke publik. Karena bisa jadi, munculnya berita tersebut dengan tujuan adu domba antara kelompok satu dengan lainnya.

“Kita jangan mau terprovokasi dengan kabar yang belum jelas. Karena banyak terjadi yang salah diberitakan benar dan yang benar diberikan salah,” imbuh mantan anggota DPRD Kobar masa bakti 2009-2014.

Pria yang merupakan alumni Pondok Pesantren “Darurrahman”  Jakarta Selatan dibawah kendali KH. Syukron Ma’mun dan juga Jebolan Sekolah Tawalib Bukit Tinggi Sumatra Barat dengan pengasuhnya Syeh Ibrohim Musa (Alm). merasa prihatin dengan banyaknya fitnah dan ujaran kebencian yang banyak ditujukan kepada umat Islam.

Ikhsan juga menduga bahwa maraknya berita bohong (hoax)  tak luput dari pesanan kelompok tertentu yang bertujuan untuk memecah belah ummat beragama. Maka ia berharap agar masyarakat pandai memfilter terhadap berita-berita yang muncul baik dari media cetak, elektronik dan juga dari media sosial lainnya. (Suhud Mas’ud /JP)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Pengungsi Rohingya

Bangladesh-Myanmar Sepakati Soal Pemulangan Muslim Rohingya

DHAKA/COX'S BAZZAR, SERUJI.CO.ID - Bangladesh mengatakan pada Selasa (16/1) pihaknya akan merampungkan proses pengembalian banyak di antara para pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari...

Kembali, Pemilik Akun Sosmed Dihukum 18 Bulan Penjara Karena Hina Presiden

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman kepada Farhan Balatif, selama 18 bulan penjara. Pemuda ini terbukti bersalah menghina Presiden Jokowi...
Soekarwo

Pemerintah Akan Impor Beras, Soekarwo Klaim Stok di Jatim Surplus

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah akan melaksanakan kebijakan impor 500.000 ton beras dari Vietnam dan Thailand untuk memperkuat cadangan beras nasional. Sementar itu, Gubernur Jawa...
20180115_161307

Antara Setan, LGBT, dan Airmin @_TNIAU

Belakangan, kembali ramai di lini masa kampanye 'halalnya' LGBT. Kali ini tidak tanggung-tanggung. Aan Anshori, aktivis pembela LGBT yang diberi label "kyai" dengan percaya...
images (1)

Mengapa Menjadi Non Muslim

Menjadi muslim adalah tindakan sederhana, cukup berserah diri. Ketika turun ayat, ikuti. Bahkan itulah inti hidup di dunia, tidak yang lain-lainnya. Ayat-ayatNya, berupa tanda dan...
FB_IMG_1516028887948

Pangkalan Bun Darurat LGBT, Nitizen: Aparat Mesti Turun Tangan

Kotawaringin Barat - Ratusan Nitizen mengecam ulah sejumlah pria yang berciuman di taman kota Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah. Pasalnya, sekitar tanggal...