Ustadz Muhammad Ikhsan : Masyarakat Jangan Mudah Tertipu Berita Hoax

Pangkalan Bun, Seruji.com- Maraknya pemberitaan bohong (hoax) belakangan ini membuat anggota Ikatan Dakwah Indonesia (IKADI) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah angkat bicara. Pasalnya, tanpa adanya campur tangan pemerintah, tokoh agama yang memberikan kontrol dan pemahaman kepada khalayak umum, maka bisa menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia.

“Belakangan ini banyak berita dari berbagai media yang tidak sesuai fakta. Maka kami menghimbau agar masyarakat khususnya umat Islam jangan makan mentah-mentah atas kabar yang beredar,” kata ustadz Ikhsan.

Setiap kali ada berita, lanjutnya, yang belum pasti kebenarannya hendaknya tabayyun (klarifikasi) dulu sebelum membagi (share) kepada orang lain atau ke publik. Karena bisa jadi, munculnya berita tersebut dengan tujuan adu domba antara kelompok satu dengan lainnya.

“Kita jangan mau terprovokasi dengan kabar yang belum jelas. Karena banyak terjadi yang salah diberitakan benar dan yang benar diberikan salah,” imbuh mantan anggota DPRD Kobar masa bakti 2009-2014.

Pria yang merupakan alumni Pondok Pesantren “Darurrahman” ┬áJakarta Selatan dibawah kendali KH. Syukron Ma’mun dan juga Jebolan Sekolah Tawalib Bukit Tinggi Sumatra Barat dengan pengasuhnya Syeh Ibrohim Musa (Alm). merasa prihatin dengan banyaknya fitnah dan ujaran kebencian yang banyak ditujukan kepada umat Islam.

Ikhsan juga menduga bahwa maraknya berita bohong (hoax) ┬átak luput dari pesanan kelompok tertentu yang bertujuan untuk memecah belah ummat beragama. Maka ia berharap agar masyarakat pandai memfilter terhadap berita-berita yang muncul baik dari media cetak, elektronik dan juga dari media sosial lainnya. (Suhud Mas’ud /JP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah dan Ruang Publik Inkusif

Saya sendiri berpendapat bahwa dasar negara Republik Indonesia Pancasila sudah sangat memadai sebagai kesepakatan bersama menuju tatanan bernegara yang demokratik sekaligus mewadahi religiusitas inklusif dari segenap warga negara Indonesia termasuk didalamnya mayoritas ummat Islam.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.