Ibnu menjelaskan, peristiwa tertumpahnya solar tersebut bukan merupakan kesengajaan dari pihak perusahaan namun lebih disebabkan kelalaian oknum karyawan semata. Ia juga menjamin, perusahaan telah melakukan pengecekan ulang dan tidak ditemukan masalah dalam instalasi tangki solar.
“Dalam pertemuan bersama masyarakat petani juga disepakati bahwa peristiwa itu bukan kesengajaan dari pihak perusahaan, namun lebih disebabkan adanya faktor kelalaian dari oknum karyawan semata. Perusahaan sangat berkomitmen untuk mengedepankan aspek keselamatan lingkungan dan masyarakat dalam setiap operasioanal tambang,” ucap Ibnu.
Ia menjamin, ke depan perusahaan akan lebih maksimal untuk melakukan pemantauan operasi terkait dengan manajemen solar di dalam perusahaan agar kejadian serupa tidak terulang.
Sejak terjadinya insiden tertumpahnya solar tersebut, perusahaan bersama–sama dengan instansi terkait telah melakukan segala daya upaya untuk meminimalkan dampak insiden tersebut terhadap lingkungan sekitar. Untuk memulihkan kondisi tanah yang terdampak, perusahaan telah mendatangkan ahli lingkungan dari Lembaga Afiliasi Penelitian Industri–Institut Teknologi Bandung (LAPI-ITB).
Mitrabara, sebagai perusahaan terbuka yang mengedepankan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan, akan terus berupaya agar operasional perusahaan selalu memberi kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar tambang.
“Mitrabara selalu komitmen dan menerapkan kebijakan operasional yang mendukung kelestarian lingkungan,” tandasnya.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Malinau, Kalimantan Utara, memastikan bahwa PT Baradinamika Muda Sukses (BDMS) dan PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MA) merupakan perusahaan yang memiliki komitmen tinggi untuk melakukan perbaikan apabila terjadi masalah lingkungan. (ARif R/Hrn)
