Polres Kotabaru Siagakan 40 Personel Untuk Amankan Angkutan Lebaran 2019

KOTABARU, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Kotabaru, Kalimantan Selatan, menyiagakan 40 personel untuk pengamanan selama masa angkutan Lebaran 2019 dengan mengadakan Operasi Ketupat Intan 2019.

“Mereka fokus pengamanan di wilayah kota, sedangkan di kecamatan oleh masing-masing polsek,” ujar Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto di Kotabaru, Rabu (29/5).

Ia mengatakan bahwa pihaknya juga mendapat dukungan beberapa pemangku kepentingan, seperti Dinas Perhubungan, Kodim, Lanal, Senkom, dan Pramuka.

Operasi Ketupat Intan 2019 dilaksanakan selama 13 hari, mulai 29 Mei hingga 10 Juni 2019, di seluruh wilayah Indonesia guna mengantisipasi berbagai kerawanan mulai gangguan ketertiban masyarakat hingga keamanan dan kelancaran lalu lintas.

Polres Kotabaru pun telah memetakan titik-titik rawan tersebut, salah satunya di pusat perbelanjaan Pasar Kemakmuran dan Pasar Limbur Raya. Warga diminta mewaspadai aksi kriminalitas seperti pencurian.

Ia menyebutkan ada beberapa titik rawan kecelakaan, antara lain, ruas Jalan Raya Tanjung Serdang ke arah dalam kota yang terdapat banyak kelokan.

“Titik lainnya di Jalan Raya Berangas menuju objek wisata Pantai Gedambaan karena jalannya sempit,” kata Kasat Lantas Polres Kotabaru AKP Lendra Ambar Sari.

Selain menyiagakan personel, dalam Operasi Ketupat Intan 2019 Polres kotabaru juga menyiapkan satu pos pengamanan dan dua pos pelayanan.

Untuk pos pengamanan ditempatkan di Siring Laut, sedangkan pos pelayanan disediakan di Pelabuhan Tanjung Serdang dan objek wisata Pantai Gedambaan.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.