KPU Mulai Usut Kasus Jual Beli Soal dalam Seleksi KPUD Kolaka dan Kolaka Timur

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Sejumlah anggota KPU Pusat kini berada di Kolaka, Sultra untuk mengusut kasus jual beli soal dan jawaban seleksi anggota KPU Kolaka dan Kolaka Timur.

Dampak kasus tersebut, yang terjadi Desember 2018, memaksa KPU Pusat untuk sementara mengosongka jabatan Ketua KPU Kolaka dan Kolaka Timur yang berakhir 19 Januari lalu, hingga saat ini. Selanjutnya menugaskan Ketua KPU Provinsi Sulawesi Tenggara mengendalikan kegiatan sehari hari kedua KPU tersebut.

Kepada wartawan di Kendari, Selasa (29/1) Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir menjelaskan, tim investigasi KPU Pusat terdiri dari bebedapa orang mewakili bagian hukum, inspektorat dan bagian SDM, sudah melakukan serangkaian investigasi sejak tanggal 25 Januari lalu.

Diperoleh informasi, sejumlah orang yang pernah duduk dalam tim seleksi anggota KPU Kolaka dan KPU Kolaka Timur akan diinterogasi disamping beberapa nama lain yang disebut-sebut sebagai oknum pelaku jual beli soal dan jawaban seleksi KPU Kolaka dan Kolaka Timur.


Pihak KPU Sultra sendiri, kata La Ode Abdul Natsir, belum dimintai keterangan.

“Andai nanti akan diperiksa juga, maka KPU Provinsi akan menjelaskan apa adanya, karena KPU Provinsi secara teknis operasional tidak dilibatkan dalam seleksi anggota KPU Kolaka dan Kolaka Timur,” jelasnya.

Sampai sejauh ini, walau jaraknya cukup jauh dari lokasi KPU Sultra di Kendari, KPU Provinsi Sultra dapat menjalankan kegiatan operasional KPU Kolaka dan Kolaka Timur.

“Kami, komisioner KPU Provinsi saling bergantian tugas disini. Alhamdulilah semua lancar,” ujar La Ode Abdul Natsir seraya menambahkan bahwa hasil investigasi tim KPU Pusat akan dikabarkan juga ke KPU Provinsi nantinya.

Sekarang, lanjut La Ode Abdul Natsir, masih prematur sifatnya kalau wartawan tetap ngotot ingin tahu hasil pengusutan tim KPU Pusat terhadap siapa pelaku penjual soal dan jawaban seleksi KPU Kolaka dan Kolaka Timur itu. Karena pengusutan masih berjalan. (AH/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sandiaga: Layanan Kesehatan Bagi Warga Miskin Jakarta Masih Belum Layak

"Saya sangat prihatin melihat masih banyaknya masyarakat kurang mampu di Jakarta, yang masih belum terpenuhi pelayanan kesehatan yang layak," kata Sandiaga

Terekam Video, Polisi China Borgol dan Tutup Mata Ratusan Muslim Uighur

Ratusan pria muslim dari etnis Uighur terekam sebuah video sedang diborgol dan ditutup matanya sambil diawasi sekelompok polisi China. Diduga para pria tersebut akan digiring ke suatu lokasi yang kemungkinan adalah kamp-kamp penahanan.

Tren Pemasangan Iklan Jual Ruko di Lamudi Meningkat

Dari data jumlah iklan ruko yang dipasang di portal properti Lamudi.co.id menyebutkan, pada tahun 2017 ada 3.801 iklan, kemudian tahun 2018 ada 3.926 iklan, lalu tahun 2019 meningkat tajam menjadi 5.557 iklan ruko yang dipasang.

KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap KONI

"KPK telah tiga kali yakni pada 31 Juli, 2 Agustus, dan 21 Agustus 2019 mengirimkan panggilan untuk meminta keterangan, tapi IMR tidak pernah datang. KPK sudah memberikan ruang yang cukup bagi IMR untuk memberi keterangan dan klarifikasi pada tahap penyelidikan," ujar Marwata.

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi