Kini Bila Ingin Menikah di Sultra, Wajib Perlihatkan Surat Bebas Narkoba

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Persyaratan baru untuk pasangan yang ingin menikah di Sulawesi Tenggara (Sultra), bertambah lagi. Peraturan baru yang mulai diterapkan hari ini, Selasa (22/1) adalah keharusan setiap calon pengantin memiliki surat bebas narkoba.

Peraturan baru itu, seperti diutarakan Kakanwil Kemenag Sultra, DR Abdul Kadir MPd, Selasa (22/1) merupakan buah dari kesepakatan kerjasama dengan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra.

Penandatanganan naskah kerjasama antara pihak Kanwil Kemenag Sultra dengan BNNP Sultra dilakukan Senin (21/1) di Kanwil Kemenag Sutra, Kendari.

Menurut Abdul Kadir, pemberantasan dan pencegahan penggunaan narkoba harus dilakukan semua warga, tak terkecuali warga Sultra yang akan menikah.

“Karena itu langkah BNNP membasmi narkoba harus kita dukung. Bagi calon pengantin, sebelum akad nikah perlihatkan dulu surat bebas narkoba. Adanya surat itu membuktikan mempelai wanita dan pria sudah di test urinenya,” jelas Abdul Kadir.

Jika hasil test urine negatif, Kakanwil Kemenag Sultra menegaskan penghulu akan segera memimpin acara akad nikah. Kalau positif? Penghulu menunda pelaksanaan nikah dan meminta calon pengantin harus direhabilitasi dulu. Setelah normal, akad nikah dilanjutkan.

Sementara itu Kepala BNNP Sultra Brigjen Pol Drs Bambang Priyambadha SH menjelaskan upaya pencegahan penggunaan narkoba di masyarakat memang harus dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya pencegahan dalam kekuarga sejak dini, sejak calon pengantin akan menikah.

Dengan cara begitu, Bambang berharap penggunaan narkoba di Sulawesi Tenggara dapat ditekan hingga serendah rendahnya.

“Saat ini penggunaan narkoba di Sultra sudah mengkhawatirkan, karena itu petugas terkait juga gencar mencegah, dan mengawasi secara ketat lalu lintas keluar masuknya orang melalui pelabuhan laut serta udara,” ujar Bambang Priyambadha. (AH/Hrn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Selesai ?

Konsultasi Manajemen Bersama SNF Consulting

Anda dapat konsultasikan masalah terkait menajemen dan pengelolaan perusahaan kepada SNF Consulting dengan mengisi form di bawah dengan lengkap.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER