Terkait TGUPP, Sumarsono Ingatkan Adanya Gubernur Bayangan Era Ahok

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono mengingatkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akan potensi adanya penyelewengan terkait keberadaan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang diisi hingga 74 orang.

Potensi penyelewengan itu, diungkap Sumarsono, terjadi pada era Gubernur DKI Jakarta dijabat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang ia sebut sebagai ‘Gubernur bayangan’.

“Yang bahaya, maaf ya, di zaman Pak Ahok juga terjadi. Staf khusus tuh kalau masuk SKPD seperti ‘Gubernur bayangan’, lebih ditakuti daripada Pak Ahok. Kedatangan dia (staf khusus, red) seperti mempersonifikasi Pak Ahok,” ungkap Soni di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/11).

Menurut Sumarsono, hal tersebut bisa juga terjadi dengan TGUPP Anies Baswedan.

“Ini pun (TGUPP Anies, red) bisa (juga) jadi ‘Gubernur bayangan’. Biasa sekali orang meminjam nama pimpinan,” imbuh dia.

Untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang, Sumarsono menyarankan Anies Baswedan menyeleksi ketat orang-orang yang akan duduk di TGUPP.

“Perlu diawasi dan diseleksi ketat oleh DPRD DKI Jakarta. Jika tidak TGUPP ini bisa menjadi duri dalam daging dalam pemerintahan DKI Jakarta,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berencana akan membentuk tim TGUPP yang berisi 74 orang tenaga ahli. Berbagai pihak mengkritisi rencana mantan Menteri Pendidikan tersebut, yang dianggap terlalu besar dan menyerap anggaran yang juga cukup besar. (ARif R)

 

6 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER