Penataan Tanah Abang, Fahira: Semoga Anies Tidak Ulangi Kesalahan Pendahulunya

0
123
Kondisi Pasar Tanah Abang
Kondisi Pasar Tanah Abang. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Walau sudah silih berganti gubernur, penataan kesemrawutan kawasan Tanah Abang tak kunjung berhasil. Solusi yang sifatnya parsial, tidak komprehensif, yang tidak mengindahkan ruang partisipatif dan kolaboratif membuat kawasan Tanah Abang hanya tertib sebentar kemudian semrawut kembali. Salah satu kesalahan fatal penataan kawasan Tanah Abang adalah menganggap Pedagang Kaki Lima (PKL) satu-satunya biang kesemrawutan.

Hal tersebut disampaikan Senator Jakarta, Fahira Idris menanggapi penataan kawasan Tanah Abang yang akan dilakukan Gubernur baru Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno.

“Kalau Tanah Abang kembali semrawut artinya kebijakan gubernur terdahulu ada yang keliru, tidak komprehensif, dan hanya menjadikan penertiban PKL sebagai satu-satunya parameter keberhasilan menata Tanah Abang. Padahal kesemrawutan tanah abang itu sangat kompleks, melibatkan banyak pihak, tetapi yang distigma hanya PKL. Jika hanya menyalahkan PKL, penataan tanah abang takkan pernah selesai,” ujar Senator Jakarta Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/11).

Loading...

Fahira mengungkapkan, sebenarnya upaya penataan Tanah Abang pada masa Gubernur Jokowi dengan memindahkan PKL ke Blok G Pasar Tanah Abang cukup dinamis dan humanis. Hanya saja janji untuk melakukan pembenahan Blok G agar ramai pengunjung tidak terealisasi sehingga Blok G tetap sepi dan fasilitasnya tidak mamadai sehingga PKL kembali berdagang di jalan.

Sementara, selama Gubernur Ahok, lanjut Fahira, stigmatisasi yang dilakukan Ahok terhadap PKL sebagai biang kesemrawuten semakin kuat. Sehingga satunya-satunya solusi Ahok adalah menggusur PKL.

“Saya harap Anies-Sandi tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti yang dilakukan penduhulunya. Hemat saya, solusi penataan Tanah Abang selain harus out of the box juga harus partisipatif dan kolaboratif. Semua yang punya ‘saham’ membuat Tanah Abang semrawut, harus diajak berembuk dan ditanya solusinya masing-masing. Bukan hanya PKL,” tukas Ketua Komite III DPD RI ini.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU