Darurat Masjid TIM Sampai Kapan?

Jakarta, Seruji.com– Kabar menyedihkan datang dari Taman Ismail Marzuki (TIM). Masjid kebanggaan para seniman Jakarta yang dirobohkan oleh Pemprov DKI pada 2014 ternyata sampai saat ini belum dibangun kembali.

Kenyataan ini seperti mengonfirmasi kekhawatiran para pengurus lama terhadap keputusan perobohan masjid. Kenapa? Kepastian membangun belum ada, masjid sudah dirubuhkan. Padahal masjid menjadi sebuah kebutuhan bagi umat muslim yang berkunjung ke TIM untuk bisa shalat.

Saat ini TIM telah menjadi tempat tujuan wisata bagi masyarakat Jakarta, sehingga harus menyediakan sarana tempat ibadah yang layak.

Menurut pengurus,, pada awalnya masjid yang diberinama Masjid Amir Hamzah dikelola oleh manajemen TIM di bawah Pemprov DKI. Pada waktu itu terdapat unit organisasi yang salah satu tugasnya mengurusi masjid.

Namun,setelah terjadinya reorganisasi dan pengecilan struktur, Masjid TIM dikelola oleh pengurus masjid secara mandiri dan sukarela. Pendanaan masjid TIM saat ini mandiri, yaitu berasal dari kotak amal para jamaah yang shalat.  Pemerintah Provinsi hanya membantu menyediakan listrik dan air.

Setelah masjid dirubuhkan, dibangunlah masjid darurat yang berukuran sekitar 10×20 meter yang berada di basemen parkir Taman Ismail Marzuki, di bawah Teater Kecil. Kondisi ini jelas kurang layak sebagai tempat shalat lima waktu dan shalat Jumat. Apalagi untuk menuju ke masjid ini, terdapat tangga turun melingkar yang tidak mungkin digunakan oleh kaum difabel. Dua buah fasilitas wudhu disediakan bagi jamaah laki-laki dan perempuan yang bisa dimanfaatkan bersamaan oleh sekitar 15 orang.

Masjid asli TIM cukup bersejarah karena menjadi saksi dinamika religiositas para seniman TIM. Menurut pengurus, dalam catatannya terdapat dua orang seniman besar Indonesia yang terkait erat dengan Masjid TIM yang lama. Seorang WS Rendra menjadi mualaf dan Sutarji Cholzoum Bachri menjadi religius berkat interaksi mereka di Masjid TIM yang lama tersebut.

Ditambahkan, dahulu satu demi satu ustadz mendakwahkan Islam di Masjid TIM. Namun banyak pula yang tidak tahan karena terjadi perdebatan antara mereka dengan para jamaah yang kebanyakan merupakan seniman. Namun, terdapat seorang ustadz ndableg yang bertahan serta mampu meyakinkan jamaahnya akan wawasan Islam yang disampaikannya.

Pengurus tersebut menjelaskan bahwa sebenarnya telah terdapat maket Masjid dan rencananya akan dibangun bersamaan dengan rencana pembangunan sisa gedung TIM yang lainnya. Namun, sampai sekarang pembangunan gedung TIM berhenti dan belum ada tanda-tanda akan dibangun. Masjid darurat yang ada sekarang sangat tidak layak untuk sebuah Masjid di kawasanTIM.

Dalam sidang perdana kasus dugaan penistaan agama, Ahok mengatakan bahwa Pemerintahannya telah membangun beberapa masjid di Jakarta. Namun, melihat kondisi Masjid TIM yang ada sangatlah ironis karena masih dalam keadaan darurat. Padahal, menurut pengurus Masjid, kalau saja diberikan izin lokasi, masyarakat bersedia untuk menggalang dana bagi pembangunannya. Banyak alumni TIM yang telah sukses di berbagai bidang seni, seperti Almarhum Khairul Umam, sutradara yang pernah menjadi pengurus Masjid TIM.

Sungguh ironis, kawasan kesenian semegah TIM tidak memiliki masjid yang representatif. Sedangkan, Pemprov DKI memiliki anggaran sangat besar yang tak terserap seluruhnya. Sampai kapankah Masjid TIM terus dibiarkan dalam kondisi darurat.  (NA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.