Anies Ubah Desain Trotoar Ahok-Djarot Yang Tidak Berpihak Pada Rakyat Kecil

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah merombak desain trotoar sepanjang Jalan Sudirman-Jalan MH Thamrin, yang dibuat oleh Gubernur-Wakil Gubernur DKI sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Alasan Anies merombak desain tersebut karena dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat kecil di Jakarta, yaitu dengan tidak adanya jalur sepeda motor dalam desain rancangan Ahok-Djarot.

“Kenapa? Karena kendaraan bermotor tidak boleh masuk Sudirman-Thamrin,” terang Anies saat memberikan sambutan dalam acara ramah tamah pengurus Asril Center periode 2018-2023 di Gedung RJA DPR RI, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (9/3).

Dijelaskan oleh Anies, desain yang dibuat Ahok-Djarot tidak memungkinkan sepeda motor masuk lewat koridor bisnis utama di Jakarta, Sudirman-Thamrin. Padahal, kata Anies, banyak transaksi bisnis yang melibatkan sektor ekonomi rakyat di kawasan tersebut yang menggunakan sepeda motor untuk mendukung usahanya.

“Saya bertemu dengan manajemen ojek online. Data mereka per hari ke Sudirman-Thamrin itu 480 ribu pengantaran. 480 ribu itu apa? makan siang, snack, kue pesanan-pesanan,” ungkap Anies.

Mengetahui kondisi tersebut, lanjut Anies, maka ia memutuskan merombak desain yang lama dengan desain baru yang memungkinkan sepeda motor lewat Sudirman-Thamrin.

“Siapa (yang pesan) itu, rakyat kecil, rakyat kebanyakan di seluruh Jakarta. Kalau (jalur sepeda motor) dipotong maka koridor bisnis utama di Jakarta tidak menarik usaha-usaha kecil di Jakarta,” jelasnya.

Desain awal rancangan masa Ahok-Djarot, dimana kiri-kanan trotoar yang lebar, tanpa jalur sepeda motor.

Anies menegaskan, bahwa sebagai pemerintah ia harus berpihak kepada semua lapisan masyarakat. Dengan alasan itu, maka ia memperbolehkan sepeda motor melintas di sepanjang Jalan Sudirman-Jalan Thamrin. (ARif R/Hrn)

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terima Kasih Ahok!

Soal Islam Nusantara

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam