Rekapitulasi KPU NTB Selesai: Menang Telak 67,89%, Prabowo Sapu Bersih Seluruh Kabupaten/Kota

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyelesaikan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat Provinsi NTB pada Senin (13/5) sekitar pukul 00.30 WITA.

Dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya dimulai sejak Selasa (7/5), pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga menang telak dengan selisih 1.060.077 suara dari pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Prabowo Menang Telak 67,89 Persen, Jokowi Hanya Raih 32,11 Persen

Hasil rekapitulasi KPU NTB untuk Pilpres 2019.

Pasangan yang diusung partai Gerindra, PKS, PAN, Demokrat, dan Berkarya ini menang dengan persentase yang cukup besar, 2.011.319 suara atau 67,89% dari jumlah suara sah Pilpres 2019 di Provinsi NTB yang berjumlah 2.962.561 suara.

Sementara pasangan Jokowi-KH Ma’ruf hanya berhasil meraih dukungan masyarakat provinsi yang dikenal sebagai provinsi sejuta masjid ini sejumlah 951.242 suara (32,11%).

Prabowo Sapu Bersih Kemenangan di Seluruh Kabupaten/Kota di NTB

Hasil rekapitulasi KPU NTB untuk Pilpres 2019.

Prabowo-Sandiga menyapu bersih seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi NTB, tanpa menyisakan satu pun Kabupaten/Kota bagi pasangan Jokowi-KH Ma’ruf.

Persentase kemenangan terbesar diraup Prabowo-Sandiaga di Kabupaten Bima sebesar 84,64 persen, jauh meninggalkan Jokowi-KH Ma’ruf yang hanya berhasil meraih 15,36 persen.

Hasil rekapitulasi KPU NTB untuk Pilpres 2019.

Suara terbanyak disumbangkan Kabupaten Lombok Timur kepada pasangan Prabowo-Sandiaga dengan jumlah 427.670 suara (60,33%). Sementara Jokowi-KH Ma’ruf di Kabupaten ini hanya meraih 281.160 suara (39,67%).

Berikut Tabel Rekapitulasi KPU NTB untuk Pilpres 2019:

NoKAB/KOTAJOKOWIPRABOWOTOTALJOKOWI (%)PRABOWO (%)
1Lombok Barat106.322294.638400.96026,52%73,48%
2Lombok Tengah169.565421.653591.21828,68%71,32%
3Lombok Timur281.160427.670708.83039,67%60,33%
4Sumbawa105.358170.746276.10438,16%61,84%
5Dompu37.767104.192141.95926,60%73,40%
6Bima43.556240.083283.63915,36%84,64%
7Sumbawa Barat29.64149.16578.80637,61%62,39%
8Mataram91.417156.413247.83036,89%63,11%
9Kota Bima15.64475.57691.22017,15%82,85%
10Lombok Utara70.81271.183141.99549,87%50,13%
TOTAL951.2422.011.3192.962.56132,11%67,89%

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing. Mulai dari urusan remeh temeh seperti semir sepatu dan jarum jahit sampai urusan canggih-canggih seperti pesawat terbang dan gadged.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER