Agar Penumpang Tak Bosan dan Panik, Maskapai Ini Buat Program Meditasi
Berada di ketinggian dengan tekanan udara membuat orang menjadi tidak nyaman. Belum lagi turbulensi yang cukup membuat tegang. Langkah maskapai ini sepertinya patut ditiru oleh maskapai lain.
SERUJI.CO.ID – Tak dapat dipungkiri, kehadiran alat transportasi pesawat terbang membuat urusan menjadi lebih cepat dan efisien. Namun nyatanya, meski sudah sering naik pesawat, tak sedikit orang merasa tegang saat berada di dalamnya.
Entah karena tekanan udara, bayang-bayang kecelakaan, ataupun phobia dengan ketinggian. Hal tersebut menginspirasi maskapai Virgin Australia membuat program meditasi saat berada di dalam pesawat yang sudah lepas landas.
Tujuan program ini adalah membantu penumpang tenang saat di atas ketinggian, sekaligus sebagai upaya pihak maskapai agar penumpang tidak bosan selama perjalanan. Program ini sudah dilakukan sejak pertengahan Oktober 2018 lalu, dan menggandeng perusahaan meditasi Australia Smiling Mind.
Richard Branson, pendiri Virgin Australia mengatakan, pihak maskapai tak hanya membuat program meditasi saja melainkan juga memberi beberapa fasilitas pendukung, seperti handuk panas dan sesi pijat.
Baca juga:Â KNKT: Mesin Pesawat Lion Air JT 610 Ternyata Masih Nyala Saat Jatuh ke Laut
Rencananya, pihak maskapai akan melakukan pengembangan program di tahun 2019 nanti. Akan ada program evaluasi diri pada penumpang, untuk mengetahui penumpang mereka termasuk orang yang mudah panik atau tidak.
Jika hasil evaluasi menyatakan penumpang adalah tipe orang mudah panik, akan dibuatkan bimbingan dan komunikasi khusus, sebelum dan selama penerbangan.
Wah, sepertinya maskapai Indonesia perlu meniru ini, ya! (Nia)
