Kasus Perceraian Tinggi di Surabaya, Pemkot Adakan Sekolah Pranikah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Tingginya kasus perceraian di Kota Surabaya, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) mengadakan pembekalan bagi muda-mudi warga Surabaya yang hendak melangsungkan pernikahan.

Dengan mengambil tempat di Gedung Siola Lantai 2, di Jalan Tunjungan no. 1, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Surabaya mengadakan “Sekolah Pranikah”, Sabtu (17/2).

Sekolah Pranikah tersebut dihadiri 25 peserta yang terdiri dari pasangan yang hendak menikah di 2018 ini, juga pasangan suami istri yang menikah diusia muda, 18-25 tahun.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Nanis Chairani mengatakan program sekolah pranikah merupakan upaya pendidikan dini bagi calon pengantin, agar terhindar dari kemungkinan perceraian.

“Banyak kasus perceraian sekarang, menjadi keprihatinan bersama. Sekolah pranikah ini sebagai upaya ikhtiar kami dalam menyiapkan keluarga muda, dengan cara membekali pengetahuan apa yang dibutuhkan dalam mengelola keluarga,” kata Nanis.

Nanis mengungkapkan, Surabaya menjadi kota tertinggi ke 4 di Jawa Timur dalam jumlah kasus perceraian. Setiap tahun ada 4.938 kasus perceraian terjadi di Surabaya.

“Sebanyak 1.580 kasus perceraian merupakan cerai talak yang diajukan suami, dan yang terbesar adalah gugatan cerai yang dilakukan istri, sebanyak 3.358 kasus,” ungkapnya.

Sekolah pranikah ini juga menggandeng Kementrian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, pakar Psikologi, dan aktivis kepemudaan lintas agama di Kota Surabaya. (Luh/Hrn)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER