KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Dalam rangka memperingati 13 tahun Tsunami Aceh, Pemerintah Kota Langsa menggelar zikir dan tabligh akbar, di tribun lapangan merdeka Kota Langsa, Aceh, Ahad (31/12) malam.
Zikir Akbar dihadiri oleh Wali Kota Langsa, Wakil Wali Kota Langsa, Ketua DPR Kota Langsa, Kapolres Langsa, Dandim 01/04 Aceh Timur, Rektor IAIN Langsa, majelis zikir dan majelis ta’lim serta seribuan warga Kota Langsa.
Wali Kota Langsa Usman Abdullah, SE dalam sambutannya mengatakan, seyogyanya peringatan tsunami tidak hanya menjadi acara serimonial saja, namun harus mampu mengambil pelajaran atas musibah yang telah meluluh lantakan negeri syari’at Islam 13 tahun silam.
“Akan tetapi yang lebih penting melalui zikir dan tabligh akbar ini akan membawa perubahan sikap dan prilaku kita yang lebih baik,” ujarnya.
Usman Abdullah juga mengatakan, hadirin yang datang pada acara zikir tersebut merupakan orang-orang yang beruntung, mengingat di daerah lain pada malam pergantian tahun baru masehi disambut dengan hura-hura.
Hal senada juga disampaikan oleh Rektor IAIN Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA salah seorang muballigh pada acara tersebut, dirinya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemkot Langsa, mengingat daerah-daerah lain pada malam pergantian tahun baru dirayakan dengan hura-hura dan maksiat.
“Saya sangat mengapresiasi acara ini, Zikir ini sebagai salah satu antisipasi yang dilakukan oleh orang-orang yang melakukan maksiat, ini cukup mulia dan cukup bagus,” ujarnya.
Zulkarnaini mengajak kepada seluruh jamaah, untuk menginstropeksi diri atas peristiwa tsunami, terlepas apakah tsunami ini sebagai musibah, hukuman atau hikmah, ini tergantung dari perspektif masing – masing insan, yang jelas tsunami sebagai salah satu miniatur kiamat.
Pantuan SERUJI di lapangan, setelah shalat Isya seribuan warga Kota Langsa memenuhi halaman lapangan merdeka, mereka datang dari penjuru desa untuk larut dalam zikir dan tabligh akbar memperingati musibah Tsunami.
Sebelum zikir dimulai, terlebih dahulu jamaah mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Tgk. Murdani, Dr. H. Zulkarnaini, MA dan Abati Aramiyah. (Syahrial/Hrn)
